Paket Santet Siap Menghantui Bioskop, Yasamin Jasem Dikerubungi Ratusan Lebah

Author: Qoo Media

Poster perdana Paket Santet langsung meninggalkan kesan tidak nyaman, dan itu tampaknya memang jadi tujuan utamanya. Dalam visual yang dirilis BASE Entertainment, karakter Bela yang diperankan Yasamin Jasem terlihat ketakutan setelah membuka paket misterius, dengan wajahnya dikerubungi ratusan ekor lebah.

Gambaran itu bukan sekadar elemen visual, melainkan penanda teror yang menjadi inti film horor garapan Dinna Jasanti tersebut. Paket yang tampak biasa justru memicu ancaman maut, dan dari sanalah cerita Paket Santet bergerak ke arah yang lebih mencekam.

Teror dimulai dari paket biasa

BASE Entertainment resmi merilis poster dan trailer perdana film ini untuk melengkapi antusiasme para pencinta horor. Dinna Jasanti menjelaskan bahwa kekuatan ceritanya bukan hanya pada santet yang dikirim, tetapi pada apa yang terjadi setelah paket itu diterima dan dibuka.

“Dalam film ini yang menarik bukan hanya bagaimana santet itu datang, tetapi apa yang terjadi setelah seseorang menerimanya. Begitu paket itu dibuka, para karakter dipaksa bertahan hidup dalam situasi yang sama sekali tidak mereka pahami,” kata Dinna Jasanti di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).

Ia menambahkan, para tokoh akan terus mencari cara menghentikan kutukan, sementara waktu mereka makin sedikit. Menurutnya, justru di titik itulah horor Paket Santet benar-benar dimulai.

Bela dan teman-temannya masuk jebakan kutukan

Film ini mengikuti sekelompok mahasiswa yang hidupnya mendadak berubah setelah terlibat dengan kiriman mistis tersebut. Selain Bela, ada Deva yang dimainkan Fatih Unru, Celia oleh Gabriella Eka Putri, Ale oleh Fadly Faisal, Firza oleh Fiki Naki, Glen oleh Farandika, dan Kiki oleh Azela Putri.

Karakter Pemeran Keterangan
Bela Yasamin Jasem Wajahnya dipenuhi ratusan lebah dalam poster
Deva Fatih Unru Bagian dari kelompok mahasiswa yang terancam kutukan
Celia Gabriella Eka Putri Bagian dari kelompok mahasiswa yang terancam kutukan
Ale Fadly Faisal Mengaku sempat paranoid selama proses syuting
Firza Fiki Naki Bagian dari kelompok mahasiswa yang terancam kutukan
Glen Farandika Bagian dari kelompok mahasiswa yang terancam kutukan
Kiki Azela Putri Bagian dari kelompok mahasiswa yang terancam kutukan

Aoura Lovenson Chandra, selaku produser, menyebut kekuatan film ini ada pada premis yang terasa dekat dengan keseharian masyarakat modern. Ia menilai terornya berangkat dari sesuatu yang akrab, yaitu sebuah paket.

“Yang membuat Paket Santet berbeda adalah terornya dimulai dari sesuatu yang sangat akrab bagi kita semua, sebuah paket. Kami ingin menghadirkan horor yang membuat penonton terus berpikir, ‘Kalau saya menerima paket itu, apa yang akan saya lakukan?’” ujarnya.

Paranoia di lokasi syuting dan jadwal tayang

Fadly Faisal ikut mengakui bahwa premis film ini terasa begitu dekat dengan kemungkinan nyata, sampai-sampai ia sempat ikut paranoid selama proses syuting. Ia menyebut rasa takut itu muncul karena karakter-karakternya tidak tahu harus percaya kepada siapa.

Menurut Fadly, itulah yang membuat film ini terasa menyeramkan. Paket Santet sendiri akan membawa penonton ke situasi survival yang frustratif, karena membuka paket berarti mengundang kutukan, tetapi mengabaikannya juga tidak membuat teror berhenti.

Film horor ini dijadwalkan menghantui bioskop Indonesia secara serentak mulai 27 Agustus 2026. Dengan premis sederhana yang berubah menjadi ancaman mematikan, Paket Santet mencoba menawarkan rasa takut yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Source: hot.detik.com
Terbaru