Jerawat tidak selalu dipicu oleh satu faktor saja. Selain hormon, stres, dan produk perawatan kulit yang kurang tepat, apa yang dikonsumsi setiap hari juga bisa ikut memengaruhi kondisi kulit.
Beberapa makanan dapat meningkatkan produksi minyak, memicu peradangan, hingga mengganggu keseimbangan hormon yang berkaitan dengan munculnya jerawat. Namun, reaksi tiap orang tetap berbeda, sehingga tidak semua orang akan mengalami breakout dengan makanan yang sama.
Produk susu dan makanan tinggi gula sering jadi pemicu yang paling sering disorot
Di antara kelompok makanan yang kerap dikaitkan dengan jerawat, produk susu menjadi salah satu yang paling sering dibahas. Susu, keju, mentega, hingga yogurt memang punya nilai gizi, tetapi pada sebagian orang yang rentan, konsumsi susu sapi disebut dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko jerawat.
Beautynesia.id melaporkan bahwa salah satu dugaan penyebabnya adalah kandungan hormon dan faktor pertumbuhan seperti insulin-like growth factor-1 atau IGF-1. Zat ini dapat merangsang produksi sebum sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat.
| Kelompok Makanan | Contoh | Potensi Dampak pada Kulit |
|---|---|---|
| Produk susu | Susu, keju, mentega, yogurt | Dapat memicu produksi sebum berlebih pada sebagian orang |
| Makanan dengan indeks glikemik tinggi | Roti putih, kue, minuman manis, mi instan, camilan kemasan | Memicu lonjakan gula darah dan insulin yang dapat memperparah jerawat |
| Gorengan | Ayam goreng, kentang goreng, burger, keripik | Tinggi lemak trans dan minyak, berpotensi memicu peradangan |
| Cokelat komersial | Cokelat dengan tambahan gula dan susu | Pada sebagian orang dapat memperburuk kondisi jerawat |
Makanan dengan indeks glikemik tinggi juga patut diperhatikan. Roti putih, kue, minuman manis, mi instan, dan camilan kemasan dapat memicu lonjakan gula darah yang diikuti peningkatan insulin, lalu mendorong hormon androgen bekerja lebih aktif.
Kondisi itu bisa meningkatkan produksi sebum sekaligus memperparah peradangan pada kulit. Sebagai pilihan yang lebih aman, sumber karbohidrat kompleks seperti oat, beras merah, quinoa, ubi, dan buah segar bisa menjadi alternatif yang lebih baik.
Gorengan, makanan olahan, dan daging berlemak juga perlu dibatasi
Gorengan seperti ayam goreng, kentang goreng, burger, dan keripik umumnya mengandung lemak trans serta minyak dalam jumlah tinggi. Kandungan tersebut dapat memicu proses peradangan dan membuat produksi minyak pada kulit ikut meningkat.
Kategori makanan olahan dan junk food juga punya pola risiko yang serupa. Burger, pizza, sosis, mi instan, makanan beku, dan camilan kemasan sering kali tinggi garam, gula, lemak tidak sehat, serta bahan tambahan seperti pengawet.
Kombinasi itu dapat memengaruhi kesehatan usus yang disebut ikut berperan terhadap kondisi kulit. Karena itu, makanan rumahan yang kaya protein tanpa lemak, sayuran, buah, dan lemak sehat lebih disarankan sebagai pengganti.
Daging merah dan daging berlemak pun tidak lepas dari sorotan. Meski protein tetap dibutuhkan tubuh untuk memperbaiki jaringan kulit, konsumsi berlebihan bisa menambah asupan lemak jenuh yang dikaitkan dengan peradangan.
Beberapa produk daging olahan juga mengandung bahan tambahan yang dapat memengaruhi keseimbangan hormon pada sebagian orang. Untuk asupan protein yang lebih seimbang, ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, lentil, dan kacang-kacangan bisa dipilih.
Cokelat dan makanan pedas tidak selalu bermasalah, tapi tetap perlu dicermati
Hubungan cokelat dengan jerawat masih menjadi perdebatan. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa cokelat tertentu dapat memperburuk jerawat pada sebagian orang, terutama jika produk itu mengandung gula dan susu tambahan dalam jumlah tinggi.
Jika tetap ingin menikmati cokelat, dark chocolate dengan kandungan kakao minimal 70 persen bisa menjadi pilihan yang lebih masuk akal, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar. Sementara itu, makanan pedas juga tidak selalu memberi efek yang sama pada semua orang.
Pada sebagian individu, makanan pedas dapat meningkatkan suhu tubuh, memicu keringat, dan merangsang produksi minyak berlebih. Saat keringat bercampur minyak dan kotoran di kulit, pori-pori bisa lebih mudah tersumbat dan jerawat tampak lebih meradang.
Jika kondisi itu terasa sering terjadi, porsi makanan pedas bisa dikurangi dan bumbu yang lebih ringan seperti kunyit, jahe, atau lada hitam dapat dijadikan alternatif. Memperhatikan pola makan dan menjaga gaya hidup sehat tetap menjadi langkah sederhana untuk membantu kulit tampak lebih bersih.
