6 Tips Healing Setelah Putus Cinta, Tren Life After Breakup yang Ternyata Ada Dasarnya

Author: Qoo Media

Tren Life After Breakup di Threads membuat banyak orang menunjukkan hidup baru setelah putus cinta. Dari olahraga di gym, kelas pilates, yoga, lari pagi, solo date, sampai fokus pada self-care, pola ini ternyata bukan sekadar upaya mengalihkan perhatian dari mantan.

Menurut Mel Robbins dalam The Mel Robbins Podcast bersama putrinya, Sawyer Robbins, putus cinta juga memengaruhi otak, sistem saraf, dan hormon. Ia menjelaskan bahwa kondisi itu bisa terasa mirip withdrawal karena tubuh sedang beradaptasi dengan hilangnya pola keterikatan yang sebelumnya terbentuk dalam hubungan.

Kenapa rasa patah hati terasa begitu berat

Mel menyebut rasa sakit setelah putus cinta bukan tanda kelemahan. Tubuh mengalami perubahan neurologis, fisiologis, dan kimiawi saat sosok yang menjadi bagian dari rutinitas harian tiba-tiba hilang dari hidup seseorang.

Pemahaman ini penting karena bisa membuat seseorang lebih berbelas kasih pada diri sendiri selama masa pemulihan. Dengan begitu, proses move on tidak dipahami sebagai kegagalan pribadi, melainkan sebagai proses adaptasi tubuh dan pikiran.

6 langkah yang disarankan Mel Robbins

Langkah Isi Utama Manfaat yang Ditekankan
1. Sadari proses biologis Putus cinta memengaruhi aspek neurologis, fisiologis, dan kimiawi. Membantu lebih menerima kondisi diri sendiri.
2. No Contact 30 hari Hentikan komunikasi, hindari pesan, unggahan, dan foto mantan. Mengurangi pemicu yang mengaktifkan jalur saraf lama.
3. Beri waktu 11 minggu Sekitar 71% orang disebut mulai jauh lebih baik setelah 11 minggu. Membuat ekspektasi lebih realistis.
4. Ubah lingkungan Ganti suasana kamar, pindahkan tempat tidur, atau simpan barang pemberian mantan. Menandai fase kehidupan baru.
5. Berhenti mengontrol mantan Terapkan prinsip Let Them, biarkan mantan menjalani hidupnya. Membantu melepaskan keterikatan yang sudah berakhir.
6. Sibukkan diri dengan tujuan baru Isi waktu dengan olahraga, belajar, kursus, bertemu teman, atau mencoba pengalaman baru. Membangun hidup baru, bukan sekadar pelarian.

Langkah No Contact menjadi salah satu yang paling ditekankan. Mel menilai suara, foto, dan unggahan mantan bisa menjadi pemicu kuat yang membuat seseorang kembali terjebak pada pola lama dan memperlambat proses pulih.

Ia juga menyinggung hasil penelitian yang menunjukkan sekitar 71% orang mulai merasa jauh lebih baik setelah 11 minggu atau hampir tiga bulan. Dengan memahami ada rentang waktu pemulihan, seseorang bisa berhenti menuntut dirinya untuk cepat baik-baik saja.

Perubahan kecil yang membantu otak membangun kebiasaan baru

Selain membatasi kontak dengan mantan, perubahan di kamar atau lingkungan juga dianggap penting. Langkah sederhana seperti memindahkan posisi tempat tidur, mengganti sprei, mengecat ulang kamar, atau menyimpan barang pemberian mantan di tempat yang tidak terlihat dapat membantu memberi sinyal awal yang baru bagi otak.

Perubahan itu tidak harus besar, tetapi cukup untuk memutus asosiasi lama dengan hubungan yang sudah selesai. Dari situ, rutinitas harian bisa mulai terasa berbeda dan lebih netral secara emosional.

Sibuk boleh, asal bukan untuk menutupi luka

Fenomena Life After Breakup yang ramai di Threads dinilai sejalan dengan saran Mel selama dilakukan dengan niat yang tepat. Olahraga, ikut kelas pilates, yoga, lari, belajar bahasa asing, mengikuti kursus, atau bertemu teman bisa menjadi cara membangun kehidupan baru yang lebih sehat.

Yang dibutuhkan adalah tujuan yang jelas, bukan keinginan membuat mantan menyesal atau membuktikan sesuatu. Mel mengajak orang yang patah hati untuk mengganti pertanyaan “Bagaimana jika aku tidak menemukan orang yang lebih baik?” menjadi “Bagaimana jika perpisahan ini justru membawaku menuju kehidupan yang lebih baik?”

Menurutnya, masa setelah putus cinta bukan hanya tentang kehilangan seseorang. Fase itu juga bisa menjadi kesempatan untuk kembali mengenal diri sendiri dan menyusun hidup yang lebih sehat secara fisik maupun mental.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terbaru