Memilih buah sebagai bagian dari menu harian dapat menjadi salah satu langkah untuk membantu menjaga kadar kolesterol. Apel, mangga, kelompok citrus, anggur, kiwi, dan alpukat memiliki kandungan serat, antioksidan, atau senyawa tumbuhan yang dikaitkan dengan kesehatan jantung.
Namun, buah bukan pengganti penanganan medis maupun pola hidup menyeluruh. Kadar kolesterol tinggi juga dipengaruhi faktor gaya hidup dan genetika, sehingga aktivitas fisik teratur serta pengelolaan stres tetap penting dilakukan.
Kolesterol merupakan zat mirip lemak yang terdapat di seluruh tubuh dan dibutuhkan untuk sejumlah fungsi tubuh. Jika jumlahnya berlebih, kolesterol dapat menempel pada arteri dan berkaitan dengan risiko penyakit arteri koroner.
Menurut informasi yang dirangkum Beautynesia dari Verywell Health, beberapa buah untuk kolesterol berikut mengandung zat gizi yang dapat mendukung pengelolaan profil lipid. Manfaatnya akan lebih relevan bila buah dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang, bukan diolah dengan tambahan gula atau lemak berlebih.
| Buah | Kandungan utama | Potensi dukungan |
|---|---|---|
| Apel | Serat dan polifenol | Dikaitkan dengan perubahan profil kolesterol |
| Mangga | Serat, vitamin, mineral | Mendukung kesehatan jantung |
| Citrus | Antioksidan dan serat | Dikaitkan dengan perbaikan kolesterol |
| Anggur | Polifenol | Mendukung perbaikan lipid darah |
| Kiwi | Serat larut dan antioksidan | Mendukung pengelolaan kolesterol |
| Alpukat | Lemak sehat dan sterol nabati | Membantu menghambat penyerapan kolesterol |
1. Apel
Apel dikenal sebagai sumber serat dan polifenol, dua zat yang dalam sejumlah penelitian dikaitkan dengan manfaat bagi kolesterol. Serat larut dapat menjadi bagian penting dari pola makan yang mendukung kesehatan pembuluh darah.
Sebuah penelitian pada orang dewasa dengan kadar kolesterol cukup tinggi mengamati konsumsi dua apel utuh setiap hari selama 12 minggu. Hasilnya dilaporkan berkaitan dengan perubahan kadar kolesterol dan trigliserida.
2. Mangga
Mangga menyediakan serat, vitamin, serta mineral yang dinilai dapat membantu mendukung kesehatan jantung. Buah ini juga disebut berkaitan dengan penurunan asupan kolesterol total dari makanan ketika dikonsumsi secara rutin.
Dalam sebuah ulasan, konsumsi mangga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan sejumlah penyakit kronis lain. Meski demikian, manfaat tersebut tetap perlu ditempatkan dalam konteks pola makan secara keseluruhan.
3. Buah Citrus
Jeruk, grapefruit, dan buah citrus lain disebut dalam berbagai penelitian memiliki efek yang berkaitan dengan penurunan kolesterol. Antioksidan dalam jeruk maupun jus jeruk juga dilaporkan dapat membantu mendukung kadar kolesterol LDL.
Grapefruit memerlukan perhatian khusus bagi orang yang menggunakan statin, yaitu obat untuk menurunkan kolesterol. Buah ini dapat berinteraksi dengan statin, sehingga pengguna obat tersebut perlu berbicara dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsinya.
4. Anggur
Anggur kaya akan polifenol, yakni senyawa tumbuhan yang dikaitkan dengan manfaat untuk kolesterol dan kesehatan jantung. Dibandingkan plasebo, anggur dilaporkan dapat membantu memperbaiki lipid darah melalui perubahan kolesterol total dan HDL.
HDL dikenal sebagai kolesterol baik dalam pembahasan profil lipid. Manfaat anggur tersebut dilaporkan terlihat pada individu sehat maupun pada orang dengan kolesterol tinggi atau kondisi kesehatan lain.
5. Kiwi
Kiwi mengandung vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang dapat mendukung upaya mengelola kolesterol. Serat larut pada kiwi disebut dapat mengikat kolesterol dan membantu proses pengeluarannya dari tubuh.
Buah ini juga dikaitkan dengan peningkatan HDL. Peran tersebut relevan dalam pola makan yang diarahkan untuk mengurangi jumlah kolesterol jahat dalam darah.
6. Alpukat
Alpukat berbeda dari banyak buah lain karena mengandung lemak sehat serta sterol nabati. Kedua komponen ini dikaitkan dengan manfaat dalam pengelolaan kolesterol.
Sterol nabati dalam alpukat dapat menghambat sebagian penyerapan kolesterol di usus dan mendukung ekskresinya. Mengganti pilihan makanan olahan, gorengan, daging olahan, atau makanan cepat saji dengan pilihan yang lebih seimbang merupakan bagian dari gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan jantung.







