Jonathan Frizzy mengungkap pengalaman traumatis selama enam bulan menjalani penahanan dalam perkara vape yang mengandung obat keras etomidate. Aktor tersebut menggambarkan kondisi sel yang sangat padat, hingga para penghuni harus mencari posisi ekstrem hanya untuk beristirahat.
Ruang gerak yang terbatas bukan satu-satunya persoalan yang ia hadapi selama berada di dalam tahanan. Akses mandi, toilet, dan makanan juga menjadi bagian dari pengalaman yang paling membekas baginya.
Sel penuh sesak dan tidur dalam tiga posisi
Jonathan Frizzy mengatakan satu ruangan sel dihuni puluhan orang, sehingga privasi maupun kenyamanan nyaris tidak tersedia. Kepadatan itu membuat setiap tahanan harus menyesuaikan posisi tubuh ketika waktu tidur tiba.
Dalam perbincangan di podcast Billy’s Coffee Table yang dikutip hot.detik.com, ia menjelaskan adanya tiga posisi tidur yang dilakukan para penghuni. Posisi tersebut menggambarkan betapa terbatasnya tempat yang dapat dipakai untuk beristirahat.
“Tidurnya, tiduran tidur posisi yang pertama. Yang posisi kedua tiduran duduk. Posisi ketiga tiduran berdiri. Karena nggak ada tempat sudah,” kata Jonathan Frizzy.
Pengakuan itu menempatkan persoalan kepadatan sel sebagai tekanan utama selama ia ditahan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan paling dasar, termasuk tidur, tidak bisa dipenuhi secara normal.
Akses kamar mandi yang terbatas
Kesulitan di dalam sel juga dirasakan ketika penghuni membutuhkan fasilitas kebersihan. Jonathan Frizzy menyebut jumlah kamar mandi tidak sebanding dengan jumlah orang yang berada di dalam ruangan itu.
Ia mengatakan terdapat sekitar 70 orang yang harus menggunakan satu fasilitas kamar mandi. Situasi tersebut membuatnya kesulitan mandi maupun menggunakan toilet.
“Tujuh puluh orang, kamar mandi satu satu saja. Itu aku gak bisa mandi, gak bisa ngapa-ngapain, gak bisa buang apa semuanya gak bisa di sana. Gila ini neraka apa yang Tuhan kasih sih gitu,” kenangnya.
Keluhan itu menunjukkan bahwa persoalan sanitasi menjadi tekanan tersendiri, selain ruang sel yang padat. Bagi Jonathan Frizzy, keterbatasan fasilitas membuat kehidupan sehari-hari di tahanan terasa sangat berat.
| Peristiwa | Waktu | Keterangan |
|---|---|---|
| Terseret perkara hukum | Mei 2025 | Kasus penyalahgunaan vape yang mengandung obat keras berisi zat etomidate. |
| Putusan pengadilan | 22 Oktober 2025 | Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis 8 bulan penjara. |
| Bebas dari penjara | 7 Januari 2026 | Mendapat program Cuti Bersyarat dari Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang. |
Makanan yang disebut telah dimakan tikus
Pengalaman paling mengguncang juga datang dari jatah makanan harian yang dibagikan di dalam tahanan. Jonathan Frizzy mengaku melihat tikus masuk ke area penyimpanan makanan sebelum makanan itu dibawa untuk dikonsumsi para tahanan.
Ia memilih tidak makan setelah menyaksikan kejadian tersebut. Dalam cerita yang sama, ia mengatakan hanya bisa menangis melihat kondisi makanan itu.
“Tuh lihat di depan, lagi dimakanin tikus. Terus dibawa masuk, mereka makan. Aku gak makan, cuma aku nangis,” beber Jonathan Frizzy.
Perkara yang menjeratnya bermula pada Mei 2025 terkait penyalahgunaan vape dengan kandungan etomidate. Dalam putusan di Pengadilan Negeri Tangerang pada 22 Oktober 2025, majelis hakim menyatakan Jonathan Frizzy bersalah dan menjatuhkan hukuman delapan bulan penjara.
Jonathan Frizzy kemudian bebas pada 7 Januari 2026 melalui program Cuti Bersyarat atau CB. Program tersebut diberikan oleh Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang setelah ia menjalani masa penahanan dalam perkara tersebut.
