Nyeri saat berhubungan intim dan kebocoran urine setelah melahirkan kerap dianggap bagian biasa dari masa pemulihan. Padahal, keluhan tersebut dapat menandakan otot dasar panggul belum bekerja secara optimal dan perlu dievaluasi.
Masalah ini tidak selalu terlihat dari luar, tetapi dapat mengganggu aktivitas, kenyamanan seksual, hingga rasa percaya diri. Perempuan yang mengalami tekanan atau rasa berat di panggul juga sebaiknya tidak menunda mencari bantuan medis.
Otot dasar panggul punya peran penting
Otot dasar panggul menopang kandung kemih, rahim, dan rektum. Kehamilan serta persalinan dapat memberi tekanan besar pada area ini, sehingga fungsi ototnya dapat berubah.
Kondisi ketika otot tidak mampu berkontraksi, rileks, atau bekerja sebagaimana mestinya dikenal sebagai pelvic floor dysfunction atau disfungsi otot dasar panggul. Gangguan ini dapat muncul ketika otot terlalu lemah, tetapi juga dapat terjadi saat otot justru terlalu tegang.
Fisioterapis Liz Miracle, MSPT, WCS, menjelaskan bahwa peningkatan berat tubuh selama membawa bayi saja sudah menambah tekanan pada otot dasar panggul. Menurutnya, otot tersebut harus beradaptasi menghadapi tantangan fisik selama kehamilan.
“Bahkan hanya dengan bertambahnya berat badan yang dibutuhkan untuk membawa bayi di dalam tubuh, tekanan pada otot dasar panggul sudah meningkat. Otot dasar panggul harus beradaptasi untuk menghadapi tantangan tersebut,” kata Miracle, seperti dikutip lifestyle.kompas.com dari Parents.
Keluhan yang kerap tidak terdiagnosis
Sebuah survei terhadap lebih dari 600 perempuan menunjukkan banyak keluhan setelah persalinan belum ditangani secara memadai. Sebanyak 96 persen responden yang mengalami gejala dilaporkan belum memperoleh diagnosis.
| Temuan survei | Angka |
|---|---|
| Responden bergejala yang belum mendapat diagnosis | 96 persen |
| Responden yang tidak mendapat panduan pemulihan otot dasar panggul | 86 persen |
| Perempuan yang mengalami kebocoran urine | 67 persen |
| Perempuan yang melahirkan dalam lima tahun terakhir dan mengalami nyeri saat seks | 1 dari 3 |
Data tersebut juga memperlihatkan bahwa 86 persen responden tidak memperoleh panduan mengenai pemulihan otot dasar panggul setelah melahirkan. Situasi ini dapat membuat keluhan yang sebenarnya dapat ditangani menjadi terus dirasakan dalam waktu lama.
Kebocoran urine merupakan salah satu gejala yang paling mudah dikenali. Urine dapat keluar tanpa sengaja ketika batuk, bersin, tertawa, atau melakukan aktivitas fisik.
Selain itu, sebagian perempuan merasakan sensasi berat, penuh, atau tekanan pada area panggul. Nyeri tulang ekor, nyeri punggung bawah, dan sembelit juga dapat muncul bersama keluhan lain pada area tersebut.
Nyeri saat seks bukan keluhan yang harus dipendam
Perubahan fungsi otot dasar panggul dapat memengaruhi hubungan seksual setelah persalinan. Keluhannya dapat berupa nyeri saat berhubungan, aktivitas seksual yang tidak lagi terasa nyaman, atau kesulitan mencapai orgasme.
Nyeri ini tidak selalu berarti otot panggul lemah. Otot yang terlalu tegang juga dapat menimbulkan rasa sakit, sehingga latihan yang dilakukan tanpa pemeriksaan belum tentu sesuai dengan kebutuhan setiap orang.
Karena itu, keluhan seksual setelah melahirkan tidak semestinya dianggap sebagai konsekuensi yang harus diterima begitu saja. Pemeriksaan yang tepat dapat membantu mengidentifikasi apakah masalah berkaitan dengan kekuatan otot, ketegangan, pola pernapasan, atau faktor pemulihan lainnya.
Evaluasi pemulihan dapat dilakukan secara khusus
Perawatan otot dasar panggul dapat dilakukan oleh fisioterapis terlatih melalui pemeriksaan yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Terapi dapat melibatkan latihan otot, teknik pernapasan, serta latihan mandiri di rumah.
Fisioterapis kesehatan panggul Bijal Toprani, PT, DPT, menyarankan evaluasi setelah persalinan bagi perempuan yang memiliki keluhan. Pemeriksaan enam minggu setelah melahirkan umumnya lebih menitikberatkan pada penyembuhan jaringan atau luka operasi caesar.
Menurut Toprani, pemeriksaan tersebut tetap penting, tetapi berbeda dengan evaluasi oleh fisioterapis kesehatan panggul. Penilaian khusus dapat melihat fungsi otot dan keluhan yang mungkin tidak tercakup dalam pemeriksaan pemulihan rutin.
“Tidak ada yang salah dengan diri kamu. Waktu enam minggu hanyalah batas waktu yang sering disebut, bukan berarti kamu harus langsung kembali seperti sebelum melahirkan,” kata Toprani.
Setiap perempuan dapat membutuhkan waktu pemulihan yang berbeda setelah melahirkan. Jika nyeri panggul, kebocoran urine, rasa berat di panggul, atau keluhan lain mengganggu aktivitas, konsultasi dengan dokter atau fisioterapis kesehatan panggul dapat menjadi langkah yang tepat.







