Rutinitas skincare tidak selalu harus menjadi rangkaian panjang yang mengejar hasil instan pada kulit. Saat dilakukan dengan penuh kesadaran, kegiatan sederhana ini dapat menjadi jeda singkat untuk menenangkan diri di tengah pekerjaan dan ritme hidup yang padat.
Sentuhan lembut ketika membersihkan wajah atau mengoleskan pelembap dapat membantu seseorang kembali fokus pada momen yang sedang dijalani. Momen tersebut juga bisa memberi ruang untuk meredakan ketegangan dan menjauh sejenak dari pikiran yang terus berlari.
Skincare sebagai momen untuk berhenti
Mengelola stres sering dilakukan lewat olahraga, hobi, atau membatasi penggunaan gawai. Namun, perawatan wajah di pagi maupun malam hari juga dapat menjadi rutinitas kecil yang membantu seseorang kembali terhubung dengan dirinya sendiri.
Mental Health Counselor Sasya Sava menilai merawat kulit dapat dipakai sebagai momen untuk berhenti ketika waktu terasa sempit. “Saking stresnya, apa yang bisa dia lakukan di waktu yang sempit, yakni merawat kulit sebagai momen untuk ‘berhenti’,” ujar Sasya.
Menurut Sasya, manfaat menenangkan itu muncul ketika perawatan kulit dilakukan secara mindful atau dengan kesadaran penuh. Fokus tidak hanya tertuju pada hasil akhir, melainkan juga pada gerakan tangan, tekstur produk, napas, dan kondisi diri saat itu.
Rutinitas ini tidak perlu diisi banyak produk atau belasan tahapan. Perawatan dasar yang konsisten dapat menjadi waktu rehat mental singkat, terutama bagi orang yang sulit menemukan ruang jeda dalam aktivitas hariannya.
Bercermin dan mengurangi pembicaraan negatif pada diri sendiri
Bercermin saat mengaplikasikan produk perawatan dapat menjadi bagian dari praktik kesadaran diri. Sasya menyebut kegiatan ini sebagai mirroring therapy, yaitu melihat diri sendiri di cermin dan memperhatikan kondisi diri secara lebih utuh.
“Bukan seperti kita mengikuti apa yang kita omongkan, tapi kita benar-benar melihat diri kita di kaca, melihat kondisi kita seperti apa,” tutur Sasya. Kegiatan tersebut dapat dipadukan dengan kalimat afirmasi positif agar perhatian tidak terus terseret pada penilaian negatif terhadap diri sendiri.
Pembicaraan negatif tentang diri sendiri dapat muncul ketika seseorang lelah atau terlalu sering membandingkan pencapaiannya dengan orang lain di media sosial. Afirmasi dipakai untuk membantu mengarahkan kembali cara seseorang memandang dirinya.
“Afirmasi itu untuk memprogram ulang kepala kita, karena kepala kita suka membicarakan hal-hal yang negatif,” kata Sasya. Ia menambahkan bahwa praktik itu dapat berdampak pada peningkatan harga diri dan kesadaran dalam melihat diri sendiri.
Kembali hadir setelah terlalu lama menatap layar
Terlalu lama menggulir layar gawai dapat membuat seseorang merasa jauh dari keadaan di sekitarnya. Dalam situasi itu, sensasi sederhana seperti tekstur pembersih wajah atau pelembap dapat membantu mengembalikan perhatian pada dunia nyata.
Menurut Sasya, kesadaran terhadap apa yang disentuh dan dirasakan saat merawat wajah dapat membuat seseorang lebih merasa hadir dalam hidupnya. “Kita lebih merasa kalau kita hidup,” ujarnya mengenai pentingnya kembali menyadari keadaan sekitar.
Rutinitas Mindful Skincare dapat dimulai dari kebutuhan dasar kulit, seperti double cleansing, pelembap, dan tabir surya. Saat ada waktu jeda, Sasya menyarankan untuk berhenti sejenak, mendengarkan napas, serta memperhatikan suasana di sekitar.
Jangan menumpuk bahan aktif saat kulit sedang bermasalah
Stres juga dapat terlihat pada kondisi kulit, termasuk munculnya jerawat parah atau melemahnya skin barrier. Saat menghadapi masalah tersebut, respons impulsif membeli banyak produk dan memakai semuanya sekaligus justru perlu dihindari.
Brand Ambassador Lightplus Xaviera Putri menyoroti kebiasaan menggunakan berbagai bahan aktif secara bertumpuk ketika seseorang merasa kewalahan dengan kondisi kulitnya. “Gen Z itu karena sering overwhelmed, ketika punya permasalahan kulit kadang jadinya malah mau pakai semuanya,” ungkapnya.
Mencampur terlalu banyak produk berpotensi mengganggu struktur pelindung kulit dan memperparah peradangan. Karena itu, penanganan kulit yang sedang sensitif perlu kembali pada kandungan yang lembut dan memang dibutuhkan kulit.
“Sebenarnya kadang yang lebih banyak itu tidak sepenuhnya benar,” kata Xaviera. Ia menyarankan penggunaan kandungan secukupnya dengan pilihan produk yang lembut ketika kondisi kulit sedang meradang akibat stres.
