Olahraga Tak Cuma Menjaga Kebugaran, Gerakan Tubuh Diduga Bantu Bersihkan Otak

Author: Qoo Media

Aktivitas fisik ternyata berpotensi memberi dampak yang lebih luas daripada sekadar menjaga tubuh tetap bugar. Gerakan sederhana yang melibatkan otot perut diduga dapat membantu aliran cairan di otak untuk membawa sisa metabolisme keluar dari jaringan.

Temuan ini membuka cara pandang baru tentang hubungan antara tubuh yang aktif dan kesehatan otak. Namun, mekanisme tersebut masih perlu diteliti lebih jauh karena pengujian yang dibahas baru dilakukan pada tikus percobaan.

Gerakan perut memicu perubahan tekanan

Penelitian yang terbit di Nature Neuroscience berjudul Brain motion is driven by mechanical coupling with the abdomen menyoroti hubungan mekanis antara gerakan perut dan otak. Saat tubuh bergerak, otot perut dapat menciptakan perubahan tekanan yang perlahan menggerakkan otak di dalam rongga tengkorak.

Gerakan kecil ini dinilai dapat memengaruhi sirkulasi cairan serebrospinal, yaitu cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Ahli neurologi David Perlmutter, MD, menjelaskan bahwa gerakan tampaknya membantu melancarkan peredaran cairan tersebut.

Menurut Perlmutter, para peneliti menduga dampak terhadap cairan tulang belakang itu dapat membantu otak membuang produk limbah. Limbah yang tidak tersingkir berpotensi berkaitan dengan penyakit neurodegeneratif.

Neuropsikolog klinis Janina Kamm, PsyD, menekankan bahwa studi sains dasar penting untuk membangun pemahaman tentang biologi manusia. Ia juga mengingatkan bahwa jawaban pasti mengenai cara dan alasan proses tersebut masih terus diteliti.

Meski begitu, bukti tentang manfaat aktivitas fisik bagi manusia sudah cukup kuat. Kamm menyebut aktivitas fisik rutin sebagai salah satu langkah dengan dukungan bukti paling besar untuk menunjang otak yang sehat.

Bagaimana proses “pembersihan” otak bekerja

Istilah membersihkan otak bukan berarti proses yang instan atau harfiah seperti mencuci organ. Proses ini mengacu pada pergerakan cairan masuk, melalui, lalu keluar dari jaringan otak untuk mengangkut limbah metabolik.

Di dalam kepala terdapat cairan interstisial yang berada di ruang antarsel otak. Cairan ini membawa sisa yang dihasilkan otak selama bekerja menuju jalur pembuangan alami tubuh.

Jenis cairan Lokasi utama Peran dalam pembuangan limbah
Cairan serebrospinal Di sekitar otak dan sumsum tulang belakang Mendukung aliran dan pembuangan sisa metabolisme
Cairan interstisial Di antara sel-sel otak Mengangkut limbah dari jaringan otak

Ahli bedah tulang belakang neurologis D. Kojo Hamilton, MD, menyatakan bahwa kedua cairan tersebut mengangkut sisa metabolisme, senyawa pemicu peradangan, kelebihan protein, hingga sisa sel mati. Pergerakan cairan itu membantu mencegah limbah menumpuk di jaringan otak.

Perlmutter menggambarkan proses tersebut seperti membilas spons. Ketika otak bergerak sedikit, cairan dapat berpindah melalui jaringan dan mungkin membantu membersihkan produk limbah yang tidak diinginkan.

Tidur nyenyak tetap memegang peran utama dalam proses pengaturan cairan dan pembuangan limbah ini. Proses tersebut termasuk pembuangan protein yang dikaitkan dengan Alzheimer, sementara temuan tentang gerakan fisik menawarkan kemungkinan dukungan tambahan.

Manfaat olahraga bagi fungsi kognitif

Selain kemungkinan mendukung pembuangan limbah, olahraga rutin juga berkaitan dengan pengaturan suasana hati dan perhatian. Hamilton mengatakan olahraga meningkatkan produksi serotonin, dopamin, dan norepinefrin yang berperan dalam menajamkan perhatian serta mengatur mood.

Aktivitas fisik juga membantu menekan stres melalui pengaturan pelepasan hormon kortisol. Pengelolaan stres penting bagi otak karena stres kronis dan depresi dapat meningkatkan risiko penurunan kognitif serta demensia di masa depan.

Jenis aktivitas yang dilakukan dapat memberi manfaat berbeda bagi kemampuan mental. Kamm menjelaskan bahwa olahraga aerobik berpotensi membantu memori, sedangkan latihan tubuh dan pikiran seperti tai chi menunjukkan potensi untuk mendukung fungsi eksekutif, termasuk fleksibilitas mental dan memori kerja.

Menurut laporan lifestyle.kompas.com, olahraga juga merangsang pelepasan protein yang penting bagi kelangsungan hidup serta pertumbuhan neuron baru di pusat memori otak. Proses ini berkaitan dengan kemampuan untuk belajar dan mengingat informasi.

Di sisi lain, aktivitas fisik dapat mendorong pertumbuhan pembuluh darah baru. Kondisi tersebut membantu meningkatkan aliran darah, sehingga otak memperoleh lebih banyak oksigen dan glukosa yang dibutuhkan untuk pembelajaran serta fleksibilitas kognitif.

Terbaru