5 Makanan yang Lebih Ringan bagi Pencernaan saat Perut Sedang Bermasalah

Author: Qoo Media

Saat pencernaan sedang terganggu, tekstur makanan dan cara pengolahannya dapat menentukan seberapa nyaman tubuh menerimanya. Pilihan yang rendah serat, rendah lemak, serta dimasak hingga lunak umumnya lebih ringan untuk saluran cerna.

Makanan tidak harus selalu hambar untuk menjadi lebih mudah dicerna. Mengukus, merebus, memanggang, atau menghaluskan bahan dapat membantu mengecilkan tekstur makanan tanpa serta-merta menghilangkan kandungan seratnya.

Pilihan Makanan yang Lebih Ramah bagi Pencernaan

Daftar berikut merangkum kelompok makanan mudah dicerna yang dapat dipertimbangkan ketika tubuh membutuhkan asupan dengan tekstur lebih lembut. Rangkuman ini juga menunjukkan bahwa bahan yang sama dapat terasa berbeda bagi pencernaan bergantung pada cara penyajiannya.

Kelompok Makanan Contoh Pilihan Cara Penyajian
Buah lunak Pisang, pepaya, melon, semangka Dikupas atau dihaluskan
Sayuran matang Wortel, bayam, labu, kentang Dikukus, direbus, atau dipanggang
Sup dan kaldu Sup wortel, labu, zukini, kaldu tulang Dimasak hingga lunak
Protein lunak Telur, ayam tanpa lemak, ikan, tahu Empuk dan rendah lemak
Biji-bijian olahan Nasi, pasta putih, roti putih Dalam porsi wajar

1. Buah Bertekstur Lunak

Buah yang lunak, rendah serat, dan telah dikupas dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman saat pencernaan sensitif. Sebagian besar serat pada buah terdapat pada kulit dan bijinya, sehingga mengupas buah dapat mengurangi bagian yang lebih sulit diproses.

Melon cantaloupe, melon honeydew, semangka, pepaya, dan kiwi termasuk pilihan rendah FODMAP yang disebut lebih mudah dicerna. Pisang, alpukat, serta semangka juga memiliki tekstur lunak, sementara plum dapat direbus dan persik kalengan sebaiknya dipilih yang dikemas dalam air, bukan sirup.

2. Sayuran yang Dimasak Matang

Sayuran mentah berdaun dan kacang-kacangan dapat memicu gas atau perut kembung pada sebagian orang. Memasaknya hingga matang membantu membuat teksturnya lebih lembut dan mengurangi beban saat dicerna.

Pilihan sayuran yang dapat dimasak matang meliputi labu tanpa biji, bayam, kentang tanpa kulit, buncis, wortel, dan kembang kol. Mengukus dapat dipilih sebagai alternatif perebusan bagi mereka yang khawatir akan perubahan nutrisi selama proses memasak.

3. Sup Sayuran dan Kaldu

Sup buatan sendiri dari wortel, labu, atau zukini menawarkan tekstur lembut sekaligus kandungan cairan yang cukup tinggi. Hidangan seperti ini dapat terasa menenangkan karena sayuran telah menjadi lebih lunak setelah dimasak.

Kaldu tulang juga disebut mudah dicerna dan dikaitkan dengan manfaat seperti membantu meningkatkan kadar kolagen serta mengurangi peradangan dalam tubuh. Baik sup maupun kaldu dapat menjadi opsi ketika tubuh sulit menerima makanan dengan tekstur padat atau keras.

4. Protein Bertekstur Lunak

Protein hewani memang tidak mengandung serat, tetapi tetap dapat terasa berat bila tinggi lemak atau bertekstur keras dan alot. Karena itu, protein yang empuk, mudah dikunyah, dan rendah lemak lebih sesuai untuk kondisi pencernaan yang sedang tidak nyaman.

Telur rebus, telur ceplok air, dada ayam tanpa lemak, dan ikan dapat dipilih sebagai sumber protein hewani. Untuk protein nabati, tahu lembut dan selai kacang halus merupakan pilihan yang disebut dalam daftar Beautynesia.

Pakar gizi Sarah Williamson menekankan pentingnya protein ketika fungsi pencernaan terganggu. “Saat fungsi pencernaan terganggu, kita butuh lebih banyak protein dalam pola makan untuk memastikan terjaganya massa otot yang sehat dan proses pemulihan tubuh,” ujarnya seperti dikutip Women&Home.

5. Produk Biji-bijian Olahan

Pasta putih, nasi, sereal nonbiji-bijian utuh, roti putih, dan roti panggang termasuk kelompok makanan rendah serat yang dapat dipilih sementara saat sistem pencernaan terganggu. Proses penghalusan biji menghilangkan dedak, yaitu lapisan luar yang mengandung serat dan nutrisi lain.

Roti panggang disebut lebih mudah dicerna daripada roti biasa karena proses pemanggangan memecah sebagian karbohidrat. Namun, karbohidrat olahan tetap perlu dikonsumsi dalam jumlah wajar, terutama bagi orang yang memiliki masalah berat badan atau pengaturan kadar gula darah karena dapat menaikkan gula darah dengan cepat.

Pilihan makanan ini dapat membantu mengurangi beban kerja sistem pencernaan saat sakit atau setelah operasi. Kebutuhan setiap orang berbeda, sehingga tekstur, porsi, dan respons tubuh tetap perlu diperhatikan saat memilih makanan.

Terbaru