Rifky Balweel Pernah Mengurung Diri saat Arsenal Kalah, Kini Pilih Lebih Santai

Author: Qoo Media

Rifky Balweel pernah membiarkan kekalahan Arsenal memengaruhi rencana pribadinya. Pada masa berpacaran dengan istrinya, Bibi, ia bahkan mengaku memilih mengurung diri di rumah dan membatalkan agenda keluar.

Pengakuan itu menunjukkan betapa besar ikatan emosionalnya dengan klub berjuluk The Gunners tersebut pada masa lalu. Kini, aktor berusia 36 tahun itu menilai dirinya telah melewati fase terlalu larut dalam hasil pertandingan.

Kekalahan Arsenal Pernah Mengubah Mood

Rifky mengatakan hasil laga Arsenal dahulu kerap menentukan suasana hatinya. Saat tim kesayangannya kalah, rasa kesal yang muncul bisa berlangsung hingga memengaruhi aktivitas di luar sepak bola.

Menurutnya, situasi paling berat terjadi ketika Arsenal sempat meraih kemenangan, lalu justru menelan kekalahan pada pertandingan berikutnya. Pergantian hasil itu membuatnya merasa kecewa dan memilih tidak keluar rumah.

“Bisa, bisa, bisa sampai bete. Kalau misalnya zaman kayak zaman pacaran gitu sama Bibi, Arsenal lagi menang terus kalah gitu, udah menang terus kalah kayak bete, nggak mau keluar rumah gitu,” kata Rifky.

Ia menyebut masa tersebut memang pernah terjadi dalam hubungannya dengan Bibi. Namun, Rifky menyampaikannya sambil tertawa ketika mengenang kebiasaan emosionalnya sebagai penggemar Arsenal.

Berubah Seiring Bertambah Usia

Rifky kini mengaku tak lagi merasa pantas membiarkan hasil pertandingan menguasai kesehariannya. Ia melihat respons berlebihan terhadap kekalahan klub sebagai bagian dari masa yang telah dilaluinya.

“Dulu sih iya ya, sekarang kayaknya udah kayak nggak pantaslah gitu. Udah habis kayak masa-masa kayak gitunya udah,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Rifky saat hadir di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). Pengakuannya dimuat hot.detik.com dalam pembahasan tentang kebiasaan menonton sepak bola sang aktor.

Meski telah lebih santai, Rifky tetap mengakui Arsenal sebagai klub yang paling dekat dengan dirinya. Ia juga menyinggung perjalanan klub tersebut yang menurutnya baru akhirnya menjadi juara pada tahun ini.

Menonton Piala Dunia sebagai Penikmat Laga

Sikap Rifky berbeda ketika mengikuti Piala Dunia 2026. Ia tidak memiliki tim nasional yang dicintai secara khusus, sehingga pertandingan dapat dinikmati dengan lebih ringan sebagai hiburan.

Rifky mengatakan dirinya tetap memiliki beberapa harapan terhadap tim tertentu dalam turnamen itu. Ia sempat berharap Portugal dan Inggris menang, serta menyebut Belanda atau Spanyol sebagai pilihan lain yang ingin dilihatnya berjaya.

“Sampai akhir nonton, cuma maksudnya nggak ada yang gue cintain banget gitu,” tuturnya. Karena tidak ada keterikatan sekuat dukungannya kepada Arsenal, ia merasa bisa menyaksikan pertandingan dunia dengan suasana yang lebih gembira.

Perubahan itu membuat Rifky memisahkan hasil di lapangan dari kehidupan pribadinya. Baginya, sepak bola tetap menarik untuk diikuti, tetapi kekalahan tim favorit tidak lagi menjadi alasan untuk menutup diri atau membatalkan agenda bersama orang terdekat.

Source: hot.detik.com
Terbaru