Melihat teman mengunggah perjalanan ke luar negeri dapat memicu FOMO, atau rasa takut tertinggal dari pengalaman yang dinikmati orang lain. Perasaan itu berisiko membuat liburan berubah menjadi agenda padat untuk mengejar tempat populer, bukan waktu untuk menikmati perjalanan.
Top 3 Berita Hari Ini juga merangkum perjalanan rasa dari enam negara Asia di Jakarta serta pengembangan bahan aktif lokal dari tamanu. Tiga topik ini memperlihatkan bagaimana tren perjalanan, kuliner, dan perawatan kulit sama-sama berkaitan dengan pilihan yang lebih sadar.
| Topik | Fokus Utama | Detail Pendukung |
|---|---|---|
| FOMO liburan | Menikmati perjalanan tanpa mengejar semua tren | Unggahan media sosial dapat memicu rasa tertinggal |
| Kuliner Asia | Menu lintas enam negara Asia | Hadir melalui kampanye di East Quarter, Grand Indonesia |
| Tamanu | Bahan aktif untuk kulit berjerawat | Dikembangkan lewat kolaborasi From This Island, ITB, dan EBM SciTech |
1. Jangan Terjebak FOMO Saat Lihat Teman Liburan ke Luar Negeri
FOMO menggambarkan rasa takut tertinggal dari pengalaman orang lain, dan media sosial membuat perasaan tersebut semakin mudah muncul saat musim liburan. Foto teman di berbagai destinasi menarik dapat memunculkan dorongan untuk ikut bepergian atau mendatangi lokasi yang sama.
Masalahnya, keinginan untuk tidak melewatkan apa pun dapat membuat seseorang merasa harus mengunjungi seluruh tempat yang sedang ramai dibicarakan. Ada pula dorongan untuk mencoba setiap restoran rekomendasi serta menyusun jadwal sangat rapat sepanjang perjalanan.
Pola itu berpotensi membuat liburan terasa melelahkan karena perhatian lebih banyak tercurah pada daftar destinasi. Padahal, pengalaman perjalanan bisa kehilangan makna ketika setiap momen hanya diperlakukan sebagai target yang harus dicentang.
Salah satu gambaran destinasi yang tumbuh dari minat publik adalah kawasan rel sempit di Hanoi yang dikenal sebagai Train Street. Menurut informasi yang dimuat www.liputan6.com, kawasan tersebut perlahan menjadi magnet wisata setelah berawal dari tur fotografi dan unggahan media sosial pada 2013.
Tren sebuah tempat memang dapat menjadi inspirasi perjalanan, tetapi tidak harus menentukan seluruh agenda liburan. Fokus pada momen yang ingin dinikmati dapat membantu perjalanan terasa lebih personal dibanding sekadar mengikuti rute yang sedang ramai di internet.
2. Keliling Asia Lewat Satu Meja di Jakarta
Jakarta tidak hanya menawarkan ritme kota dan gedung pencakar langit, tetapi juga perjumpaan banyak budaya melalui makanan. Menikmati kuliner Asia dapat menjadi cara sederhana untuk mengenal tradisi, sejarah, dan kebiasaan dari berbagai wilayah.
Kampanye “A Journey Through Asia” di East Quarter, Grand Indonesia, menghadirkan menu baru yang mengajak pengunjung menjelajahi kekayaan kuliner enam negara Asia. Hidangan tersebut disajikan melalui interpretasi modern dengan tetap menghormati karakter asli setiap menu.
Chef Owner TOMA Group, Alnico Andreas, mengatakan pemilihan menu tidak hanya didasarkan pada rasa. Setiap hidangan juga dipilih karena membawa cerita budaya dari negara asalnya.
Salah satu menu yang diperkenalkan adalah Five Spices Smoked Duck. Kehadirannya menjadi bagian dari pendekatan yang menempatkan santapan bukan semata sebagai pengisi perut, melainkan pintu untuk menyusuri ragam cita rasa lintas negara.
3. Potensi Tamanu untuk Perawatan Kulit Berjerawat
Indonesia memiliki kekayaan hayati yang dikenal sebagai sumber tanaman berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan. Potensi itu kini memperoleh perhatian seiring pengembangan bahan aktif skincare berbasis riset dari tanaman lokal.
Salah satu bahan yang disorot adalah tamanu asal Sulawesi, yang dikembangkan sebagai bahan aktif untuk membantu mengatasi kulit berjerawat. Pengembangannya melibatkan jenama skincare From This Island, Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, dan EBM SciTech.
Kolaborasi tersebut dimulai sejak 2023 dan berlangsung selama lebih dari dua tahun. Dari kerja sama itu lahir PolyAcNix, proprietary bioactive-rich concentrate yang dikembangkan dari tamanu oil melalui pendekatan ilmiah.
PolyAcNix ditujukan untuk membantu melawan bakteri penyebab jerawat sekaligus mendukung regenerasi kulit. Pengembangan ini menunjukkan upaya mengolah bahan hayati lokal menjadi inovasi perawatan kulit dengan dasar riset.
Source: www.liputan6.com






