Indonesia mengukuhkan posisi sebagai pasar wisatawan terbesar kedua bagi Singapura setelah China. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan asal Indonesia mencapai 2,4 juta atau sekitar 14 persen dari total kedatangan wisatawan mancanegara ke Negeri Singa.
Besarnya kontribusi tersebut membuat pasar Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara bagi pariwisata Singapura. Angka ini juga memperlihatkan bahwa Singapura tetap menjadi tujuan penting bagi pelancong Indonesia di tengah perubahan pola berlibur setelah pandemi.
Executive Director Southeast Asia Singapore Tourism Board, Terrence Voon, menyampaikan data itu dalam acara penandatanganan nota kesepahaman dengan TransNusa di Jakarta pada 21 Juli 2026. Ia menyebut Indonesia berada tepat di bawah China dalam daftar pasar wisatawan internasional terbesar untuk Singapura.
| Indikator | Data |
|---|---|
| Kunjungan wisatawan Indonesia pada 2025 | 2,4 juta |
| Kontribusi terhadap total wisatawan mancanegara | Sekitar 14 persen |
| Posisi Indonesia di Asia Tenggara | Pasar terbesar |
| Posisi Indonesia secara global | Kedua setelah China |
Bukan Lagi Sekadar Berburu Foto
Minat wisatawan Indonesia ke Singapura kini tidak hanya didorong destinasi ikonis dan kegiatan melihat-lihat. Wisatawan semakin mencari pengalaman langsung melalui konser musik, ajang olahraga internasional, festival budaya, hingga aktivitas wellness.
Voon mengatakan perubahan tersebut terjadi pada wisatawan dari banyak negara setelah pandemi COVID-19. “Kami melihat setelah pandemi, bukan hanya wisatawan Indonesia, tapi wisatawan di seluruh dunia lebih berfokus pada pengalaman dibanding sekadar melihat-lihat,” ujarnya.
Menurut dia, pengalaman yang dicari dapat berupa kegiatan berlari, mengikuti acara budaya, menikmati pertunjukan musik, atau berinteraksi dengan masyarakat setempat. Pergeseran menuju experiential travel ini menjadi salah satu alasan Singapura terus menarik pengunjung dari Indonesia.
Keberagaman pengalaman budaya turut menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin mengisi perjalanan dengan agenda yang lebih spesifik. Pilihan acara berskala internasional juga memberi alasan tambahan bagi pelancong untuk kembali datang, bukan sekadar mengunjungi tempat yang sama.
STB dan TransNusa Siapkan Program Fly-Cruise
Melihat potensi pasar yang besar, Singapore Tourism Board dan TransNusa menjalin kemitraan strategis selama satu tahun. Kerja sama ini mencakup penawaran tarif penerbangan khusus menuju Singapura serta promosi program fly-cruise.
Program tersebut memadukan penerbangan TransNusa dengan paket perjalanan kapal pesiar. Wisatawan dapat berangkat langsung dari Jakarta atau Denpasar, lalu meneruskan perjalanan dengan kapal pesiar dari Singapura.
Salah satu pengalaman yang ditawarkan dalam skema itu adalah Disney Adventure by Disney Cruise Line. Group CEO TransNusa Datuk Bernard Francis mengatakan paket perjalanan tiga dan empat malam tersebut ditujukan bagi keluarga serta tamu dari berbagai usia.
Bernard menyebut wisatawan dapat menikmati suasana resor di atas laut dengan pilihan kabin luas, taman seluncur air, pertunjukan kelas dunia, dan restoran khusus. Paket ini disiapkan sebagai pilihan perjalanan yang lebih praktis dan fleksibel bagi wisatawan Indonesia.
Rencana Tambah Penerbangan ke Changi
Kolaborasi ini hadir ketika industri penerbangan memasuki tren positif pada paruh kedua tahun tersebut. Penurunan harga bahan bakar pesawat hingga 20 persen membuka ruang bagi maskapai untuk menyesuaikan tarif penerbangan ke kisaran Rp1,1 juta.
Tingkat keterisian penumpang juga disebut telah mencapai 80 persen. Kondisi itu mendorong TransNusa mengusulkan penambahan slot penerbangan ke Bandara Changi Singapura hingga lima kali sehari.
Maskapai tersebut turut menyiapkan empat armada baru yang ditargetkan beroperasi sampai akhir tahun. Bernard mengatakan harga tiket yang lebih kompetitif dan rencana penambahan slot diharapkan menjaga akses perjalanan ke Singapura tetap mudah serta terjangkau.
Bagi wisatawan Indonesia, peningkatan konektivitas ini berpotensi menambah pilihan untuk menikmati konser, festival, olahraga, budaya, maupun perjalanan kapal pesiar melalui Singapura. Kemitraan STB dan TransNusa menempatkan akses penerbangan sebagai bagian penting dari upaya mempertahankan minat pasar Indonesia.
Source: www.liputan6.com






