5 Gangguan Pencernaan Anak yang Tak Boleh Diabaikan, Berat Badan Bisa Sulit Naik

Sakit perut berulang, mual, sulit buang air besar, hingga berat badan yang tidak bertambah perlu mendapat perhatian serius dari orang tua. Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan gangguan pencernaan yang memerlukan penanganan khusus pada anak.

Sistem pencernaan anak belum sematang orang dewasa dan memiliki kebutuhan penanganan yang berbeda. Penanganan sejak dini dinilai penting agar masalah pencernaan tidak mengganggu proses tumbuh kembang anak.

Konsultan Gastroenterohepatologi Anak Eka Hospital MT Haryono, Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K), menekankan bahwa pencernaan anak bukan sekadar versi kecil dari sistem pencernaan orang dewasa. Menurutnya, perhatian pada keluhan yang berulang dapat menjadi langkah perlindungan bagi perkembangan anak di masa depan.

Gangguan pencernaan dapat muncul dalam bentuk yang berbeda, mulai dari pola BAB yang berubah sampai keluhan setelah mengonsumsi makanan tertentu. Berikut lima kondisi yang kerap ditangani dokter gastro anak.

GangguanKeluhan atau dampak yang dapat muncul
Konstipasi kronisSulit BAB dalam waktu lama dan tinja keras
Diare akut dan kronisKehilangan banyak cairan akibat infeksi atau intoleransi makanan
GERD pada anakMual dan muntah akibat asam lambung naik ke kerongkongan
Alergi makanan dan intoleransi laktosaGangguan perut setelah zat atau makanan tertentu dikonsumsi
MalabsorpsiBerat badan sulit naik walau anak sudah makan banyak

1. Konstipasi Kronis

Konstipasi anak dapat ditandai dengan kesulitan BAB yang berlangsung lama. Kondisi ini sering dipicu oleh asupan serat yang kurang, tetapi faktor psikologis seperti trauma saat BAB keras juga dapat berperan.

Anak yang pernah merasakan sakit ketika BAB dapat menahan keinginan untuk ke toilet. Kebiasaan tersebut berpotensi membuat keluhan sembelit berlanjut dan perlu ditangani dengan pendekatan yang tepat.

2. Diare Akut dan Kronis

Diare dapat terjadi akibat infeksi maupun intoleransi terhadap makanan tertentu. Kondisi ini perlu diperhatikan karena anak dapat kehilangan banyak cairan.

Orang tua perlu mencermati apakah keluhan muncul berulang atau berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi. Catatan mengenai pola keluhan dapat membantu saat anak dibawa berkonsultasi.

3. GERD pada Anak

Gastroesophageal reflux disease atau GERD terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Pada anak, kondisi ini dapat memicu mual dan muntah.

Jadwal makan yang lebih teratur menjadi salah satu kebiasaan yang ditekankan untuk membantu sistem pencernaan bekerja lebih stabil. Pengaturan waktu makan juga dapat membantu melatih pola kerja asam lambung.

4. Alergi Makanan dan Intoleransi Laktosa

Alergi makanan merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh, sedangkan intoleransi laktosa berkaitan dengan ketidakmampuan mencerna zat tertentu. Keduanya dapat memicu keluhan pada perut anak.

Kembung atau diare yang muncul setelah anak minum susu sapi maupun mengonsumsi makanan tertentu perlu dicatat. Dr. Eva menyarankan orang tua berkonsultasi ke dokter agar eliminasi makanan dilakukan secara tepat, bukan berdasarkan dugaan semata.

5. Gangguan Penyerapan Nutrisi

Gangguan penyerapan nutrisi atau malabsorpsi dapat menjadi alasan berat badan anak sulit naik meski makan dalam jumlah banyak. Saluran pencernaan berperan penting sebagai tempat tubuh menyerap nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Karena itu, keluhan berat badan yang tidak bertambah sebaiknya tidak dilihat hanya dari banyaknya porsi makan. Pemeriksaan lebih lanjut dapat diperlukan untuk memahami apakah ada gangguan pada proses penyerapan.

Pola Makan Menjadi Bagian Penting

Pola makan anak memegang peran dalam pencegahan maupun terapi gangguan pencernaan. Jenis makanan, porsi, dan jadwal makan harian perlu diatur secara konsisten sesuai kebutuhan anak.

Asupan sayur, buah, dan air putih yang cukup dapat membantu mencegah konstipasi. Sebaliknya, camilan tinggi gula, garam, dan pengawet perlu dibatasi karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik atau mikrobioma dalam usus anak.

Perhatian terhadap keluhan yang berulang memberi kesempatan bagi orang tua untuk bertindak lebih awal. Penanganan yang sesuai dapat membantu anak memperoleh asupan nutrisi dan kenyamanan pencernaan yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhan.

Source: www.cnbcindonesia.com
Terkait