Makanan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa sering kali langsung dibuang karena kekhawatiran terhadap keamanannya. Padahal, tidak semua makanan yang kedaluwarsa langsung berbahaya dan layak dibuang. Dengan penanganan dan pengecekan yang tepat, beberapa jenis makanan masih tetap bisa dikonsumsi tanpa risiko kesehatan yang berarti. Hal ini penting untuk diketahui agar tidak terjadi pemborosan yang sia-sia.
Melansir dari Prevention, beberapa makanan memiliki daya tahan yang cukup lama sehingga masih aman dikonsumsi meski tanggal kedaluwarsanya telah lewat, asalkan kondisi fisik produk masih baik dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Berikut adalah lima jenis makanan yang masih aman untuk dikonsumsi setelah melewati tanggal kedaluwarsa.
1. Beras dan Pasta Kering
Beras dan pasta kering memiliki umur simpan yang sangat lama jika disimpan dalam kondisi yang tepat, yaitu di tempat yang kering dan tidak lembap serta bebas dari serangan hama seperti kutu. Walau kemasan mencantumkan tanggal kedaluwarsa, kedua bahan ini sebenarnya masih bisa dikonsumsi beberapa bulan setelah tanggal tersebut, selama warnanya tidak berubah dan baunya tetap netral. Penyimpanan yang baik menjadi kunci utama menjaga kualitas beras dan pasta kering ini agar tetap layak konsumsi.
2. Makanan Kaleng
Makanan kaleng seperti sarden, kornet, dan kacang kaleng adalah pilihan praktis bagi banyak orang. Produk-produk ini mengandung bahan pengawet alami dari proses pengalengan sehingga bisa bertahan relatif lama. Jika kalengan tidak mengalami kerusakan seperti penyok parah, karatan, atau mengembung, maka isi makanan masih aman dikonsumsi meskipun sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Namun tetap perlu diperhatikan aroma dan teksturnya saat dibuka, apalagi jika ada indikasi perubahan yang mencurigakan.
3. Cokelat dan Permen
Cokelat dan permen merupakan makanan yang biasanya memiliki kadar air rendah dan bahan pengawet alami sehingga awet. Pada cokelat bisa muncul lapisan putih yang disebut bloom, yakni lemak atau gula yang naik ke permukaan. Kondisi ini tidak menunjukkan adanya jamur sehingga cokelat masih aman dikonsumsi. Permen keras juga tetap awet dan layak konsumsi setelah tanggal kedaluwarsa selama tidak ada perubahan rasa atau tekstur. Oleh karena itu, keduanya tetap bisa jadi camilan meski sudah lewat masa idealnya.
4. Biskuit dan Sereal Kering
Biskuit dan sereal kering yang disimpan dalam kemasan tersegel akan tetap terjaga kualitasnya dalam waktu lama. Meski rasa dan tekstur mungkin sedikit berubah, selama tidak ada bau tengik, jamur, atau perubahan warna mencolok, produk ini masih aman dimakan setelah melewati tanggal kedaluwarsa. Penyimpanan yang baik dan kemasan yang utuh sangat berperan menjaga kesegaran biskuit dan sereal.
5. Yogurt dan Susu UHT
Yogurt dan susu UHT biasanya menggunakan label “best before” yang berarti kualitas terbaik sampai tanggal tersebut, bukan makanan yang langsung berbahaya setelah lewat tanggal itu. Jika yogurt dan susu UHT disimpan dengan benar di kulkas dan tidak menunjukkan perubahan aroma atau rasa yang aneh, keduanya masih aman dikonsumsi beberapa hari setelah tanggal best before. Namun, produk segar ini harus dicek lebih teliti karena mudah mengalami penurunan kualitas.
Mengenal Perbedaan “Tanggal Kedaluwarsa” dan “Best Before”
Seringkali kebingungan muncul akibat pemahaman yang salah mengenai label pada kemasan makanan. “Use by” biasanya dipakai pada produk segar seperti daging atau telur dan menandakan batas terakhir yang aman dikonsumsi. Sedangkan “best before” lebih pada kualitas dan cita rasa, bukan soal keamanan langsung. Oleh karena itu, penting untuk teliti memeriksa kondisi fisik makanan, aroma, dan rasa sebelum memutuskan untuk membuangnya.
Memanfaatkan makanan yang masih aman setelah tanggal kedaluwarsa dengan cermat dapat mengurangi pemborosan dan membantu mengelola stok makanan di rumah dengan lebih bijak. Selalu periksa kondisi fisik, bau, dan rasa makanan terlebih dahulu agar menjaga kesehatan keluarga tetap terjaga tanpa harus membuang makanan secara sia-sia.
Sumber terpercaya seperti Prevention menekankan pentingnya pemeriksaan visual dan indera penciuman saat mengevaluasi kelayakan makanan. Dengan demikian, konsumen dapat membuat keputusan yang lebih cerdas dan bertanggung jawab saat menghadapi produk yang melewati tanggal ideal konsumsi.
