Memenuhi kebutuhan nutrisi anak adalah hal utama bagi orang tua demi mendukung tumbuh kembang yang optimal. Salah satu nutrisi esensial yang wajib ada dalam makanan anak adalah protein hewani. Protein ini tidak hanya berperan sebagai sumber asam amino penting, tetapi juga kaya akan zat-zat gizi lain yang berperan dalam mendukung fungsi tubuh anak secara menyeluruh.
Protein hewani berasal dari sumber seperti daging sapi, ayam, kambing, telur, dan susu. Menurut ahli nutrisi yang dikutip oleh detikHealth, tubuh anak tidak mampu memproduksi asam amino esensial dari protein hewani secara mandiri sehingga harus didapatkan melalui makanan sehari-hari. Asupan protein yang cukup membantu pertumbuhan sel, organ, serta mendukung sistem kekebalan tubuh dan fungsi otak anak agar berlangsung dengan baik.
Manfaat Utama Protein Hewani untuk Anak
Protein hewani mengandung omega-3, zinc, zat besi, dan vitamin D. Omega-3 memiliki peran penting dalam mengoptimalkan perkembangan otak dan kemampuan belajar. Zinc dan zat besi berfungsi dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan produksi sel darah merah. Vitamin D membantu penyerapan kalsium yang penting untuk perkembangan tulang dan gigi.
Kandungan nutrisi ini secara kolektif membantu memperkuat sistem imun anak sehingga lebih tahan terhadap berbagai penyakit. Selain itu, protein hewani juga memudahkan tubuh anak untuk melakukan regenerasi jaringan yang rusak, mendukung kesehatan organ dan jaringan tubuh secara keseluruhan.
Contoh Sumber Protein Hewani yang Direkomendasikan
Berikut ini contoh makanan yang mengandung protein hewani dan cocok dikonsumsi anak sehari-hari, seperti dikutip dari Tua Saude:
- Dada ayam panggang – sekitar 32 gram protein per 100 gram.
- Daging sapi panggang – 21,7 gram protein per 100 gram.
- Bebek panggang – 28,7 gram protein per 100 gram.
- Ikan salmon masak – 22,1 gram protein per 100 gram.
- Tuna panggang – 34,7 gram protein per 100 gram.
- Telur rebus – 12,6 gram protein per 100 gram.
- Yogurt – 4,04 gram protein per 100 gram.
- Udang tumis – 17,1 gram protein per 100 gram.
- Susu – 3,23 gram protein per 100 gram.
Mengonsumsi sumber protein hewani tersebut secara rutin, terutama sebelum dan sesudah aktivitas fisik, dapat membantu pertumbuhan otot dan meminimalkan risiko cedera pada anak.
Risiko Kekurangan Protein Hewani pada Anak
Kekurangan asupan protein hewani dapat membawa dampak serius bagi pertumbuhan dan kesehatan anak. Anak yang terlalu sedikit mengonsumsi protein hewani berisiko mengalami stunting, yakni gangguan pertumbuhan yang membuat anak lebih pendek dari standar usianya. Masalah ini juga berimbas pada perkembangan fisik dan kemampuan kognitif yang dapat terganggu.
Selain itu, tubuh anak akan kesulitan memperbaiki jaringan yang rusak, sehingga fungsi organ tidak optimal dan daya tahan tubuh melemah. Anak jadi lebih rentan sakit dan pemulihannya lebih lambat dibandingkan anak yang cukup asupan protein hewani. Hal ini karena protein hewani memiliki peran penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Memastikan setiap pangan yang dikonsumsi oleh anak mengandung protein hewani menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatannya. Protein hewani tidak hanya mendukung pertumbuhan fisik, namun juga berkontribusi pada perkembangan otak dan ketahanan tubuh yang optimal.
Sebagai tambahan, orang tua bisa berkonsultasi dengan ahli gizi untuk merancang menu harian yang seimbang. Pemberian protein hewani bisa dipadukan dengan sumber nutrisi lain seperti sayuran, buah-buahan, dan karbohidrat kompleks agar nutrisi yang diperoleh anak lebih lengkap dan seimbang. Dengan demikian, anak akan mendapatkan dukungan gizi yang tepat untuk tumbuh kembang yang sehat dan maksimal.
Source: www.beautynesia.id
