5 Tipe Pola Tidur yang Wajib Diketahui untuk Kualitas Istirahat Lebih Baik

Shopee Flash Sale

Tidur bukan hanya soal durasi, melainkan juga pola dan kualitasnya yang bisa memberikan gambaran penting tentang kesehatan mental seseorang. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLOS Biology mengungkap lima tipe pola tidur yang berbeda, yang masing-masing berkaitan erat dengan kondisi psikologis dan emosional individu.

Penelitian yang dipimpin oleh Aurore Perrault dari Woolcock Institute of Medical Research, Sydney, menunjukkan bahwa pola tidur dipengaruhi oleh faktor genetik serta keadaan emosional seperti stres dan kecemasan. Dengan memahami tipe pola tidur, kita bisa mengenali lebih jauh hubungan tidur dan kesehatan mental secara lebih komprehensif.

1. Poor Sleepers (Tidur Buruk dan Emosional Tidak Stabil)
Tipe ini ditandai dengan kesulitan tidur yang cukup parah. Orang dalam kelompok ini sering terbangun di malam hari dan mengalami gangguan emosional seperti kecemasan, stres, dan mudah marah. Para peneliti menghubungkan pola tidur ini dengan risiko tinggi masalah kesehatan mental, termasuk gangguan kecemasan dan depresi. Selain itu, mereka juga sering mengalami kesulitan fokus dan penurunan produktivitas di siang hari.

2. Sleep-Resilient (Tahan Mental Meski Tidur Tidak Sempurna)
Meskipun mengalami tantangan mental seperti ADHD atau kesulitan fokus, tipe tidur ini menunjukkan pola tidur yang cukup stabil. Para individu dalam kategori ini mampu bertahan dan tetap berfungsi dengan baik meski mengalami tekanan emosional. Istilah “resilient sleepers” digunakan untuk menggambarkan kemampuan mereka menghadapi situasi sulit tanpa mengalami gangguan tidur signifikan.

3. Short Sleepers (Tidur Singkat dan Rentan Agresif)
Kelompok ini biasanya tidur dengan durasi lebih pendek dari rata-rata. Mereka cenderung memiliki gangguan kognitif, seperti menurunnya daya ingat dan kesulitan berpikir jernih. Selain itu, mereka lebih mudah mengalami ledakan emosi dan agresivitas. Peneliti menduga aktivitas otak berlebih menyebabkan gangguan pada siklus tidur alami kelompok ini.

4. Sleep-Aid Users (Mengandalkan Obat atau Suplemen Tidur)
Tipe ini sangat bergantung pada bantuan eksternal, seperti obat resep, suplemen alami, atau zat lain untuk membantu tidur. Penggunaan zat bantu tidur secara terus-menerus dapat mengubah pola alami ritme tubuh dan menyebabkan ketergantungan. Durasi penggunaan yang lama berpotensi membuat seseorang sulit tidur tanpa bantuan tersebut.

5. Disturbed Sleepers (Tidur Terganggu karena Gaya Hidup)
Gangguan tidur tipe ini biasanya bersumber dari kebiasaan hidup yang kurang sehat, termasuk konsumsi alkohol, rokok, atau dehidrasi. Faktor eksternal tersebut menjadikan tidur tidak nyenyak dan sering terputus-putus. Akibatnya, fungsi kognitif, stabilitas emosi, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan bisa terganggu.

Menurut Dr. Henry Yaggi dari Yale Centers for Sleep Medicine, pemahaman pola tidur yang beragam ini membuka pendekatan baru dalam dunia kesehatan tidur. Pola tidur yang berbeda memengaruhi kesehatan mental secara unik, sehingga cara menjaga kualitas tidur perlu disesuaikan dengan kondisi individu masing-masing.

Mengetahui tipe pola tidur bisa menjadi langkah awal dalam memperbaiki kualitas hidup dan kesehatan mental. Penyesuaian gaya hidup, konsultasi medis, dan pengelolaan stres bisa membantu mengatasi berbagai gangguan tidur yang muncul. Dengan demikian, tidur bukan hanya menjadi waktu istirahat, tetapi juga kunci penting dalam menjaga keseimbangan psikologis dan fisik.

Berita Terkait

Back to top button