Fakta Penemuan Kerangka di Kwitang: DNA Cocok dengan Korban Demo yang Hilang, Ini Detailnya!

Author: Qoo Media

Aksi unjuk rasa yang terjadi pada Agustus 2025 meninggalkan sejumlah korban dan puluhan orang hilang. Dari 44 orang yang dilaporkan hilang pascademonstrasi, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) memastikan keberadaan 40 orang yang ternyata diamankan polisi terkait kerusuhan.

Namun, empat orang lainnya belum terkonfirmasi keberadaannya yaitu Eko Purnomo, Bima Permana Putra, Farhan, dan Reno. Eko dan Bima akhirnya ditemukan di luar Jakarta, sedangkan Farhan dan Reno terakhir terlihat di Kwitang, Jakarta Pusat, lokasi pusat kerusuhan.

Penemuan Kerangka di Kwitang
Gedung ACC di Kwitang terbakar akibat kerusuhan tersebut. Pada 30 Oktober 2025, dua bulan pascakerusuhan, ditemukan dua kerangka tertimbun reruntuhan di gedung yang terbakar. Kerangka ini diduga kuat milik Farhan dan Reno yang sempat dilaporkan hilang.

Polisi segera melakukan pemeriksaan sampel DNA dengan membandingkan sampel keluarga korban. Pada 7 November 2025, Karo Labdokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti mengumumkan hasil tes yang menyatakan kerangka tersebut identik dengan M Farhan Hamid dan Reno Syahputeradewo.

Detail Hasil Tes DNA
Kerangka diterima dalam dua kantong jenazah dengan nomor 0080 dan 0081. Pemeriksaan dilakukan terhadap tulang tengkorak, tulang panjang, tulang panggul, serta sampel gigi dan DNA. Brigjen Sumy menyampaikan bahwa nomor posmortem 0080 sesuai dengan antemortem 002 yang menunjukkan identitas Reno Syahputeradewo. Sedangkan nomor 0081 cocok dengan antemortem 001, yakni Muhammad Farhan Hamid.

Pihak kepolisian tidak menemukan tanda kekerasan tumpul maupun luka yang mengindikasikan korban jatuh atau terluka sebelum meninggal. Semua indikasi hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa penyebab kematian kedua korban adalah akibat terbakar.

Mengapa Kerangka Baru Ditemukan Setelah Dua Bulan?
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra menjelaskan kerangka Farhan dan Reno baru teridentifikasi karena kondisi lokasi yang sangat sulit. Pada saat kebakaran 29 Agustus 2025, olah TKP pertama dilakukan pada 2 September, namun puing reruntuhan sangat tebal sehingga tidak ditemukan adanya jasad.

Olah TKP lanjutan juga dilakukan pada 19 September oleh tim Puslabfor Polri namun hasilnya tetap nihil. Aroma daging terbakar sama dengan bau kayu sehingga aparat kesulitan mendeteksi jenazah secara visual atau penciuman.

Sekuriti gedung pun rutin melakukan patroli selama periode itu, namun tidak ada tanda-tanda jenazah ditemukan. Kerangka baru ditemukan pada saat persiapan renovasi gedung di tanggal 30 Oktober ketika tumpukan puing mulai dibersihkan.

Fakta Penting Terkait Kasus Ini

  1. Kerangka ditemukan di dalam gedung terbakar yang menjadi pusat kerusuhan.
  2. Hasil tes DNA memastikan kerangka adalah Farhan dan Reno, dua korban hilang.
  3. Penyebab kematian dipastikan akibat terbakar, tanpa indikasi kekerasan fisik lain.
  4. Kondisi lokasi dan bau puing terbakar membuat penemuan jenazah berlangsung lama.
  5. Polisi dan tim labfor melakukan beberapa kali olah TKP, namun keterbatasan kondisi menunda temuan.

Penemuan kerangka Farhan dan Reno serta hasil tes DNA ini memberikan jawaban atas misteri hilangnya kedua korban pascademonstrasi di Kwitang. Kasus ini menjadi perhatian besar dalam konteks penegakan hak asasi dan keamanan demonstrasi di Indonesia. Polisi terus melakukan penyelidikan untuk memastikan bahwa fakta ini menjadi dasar untuk penanganan hukum yang adil dan transparan.

Terbaru