Menteri PPPA dan KPAI Kecam Aksi Elham Yahya Cium Anak di Panggung, Ini Alasannya

Shopee Flash Sale

Video pendakwah Elham Yahya mencium anak-anak perempuan di panggung pengajian menjadi viral dan menuai kecaman luas dari publik. Aksi tersebut dianggap melewati batas kewajaran dan menimbulkan kekhawatiran akan dampak psikologis pada anak-anak yang terlibat.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyatakan bahwa tindakan Elham Yahya tidak pantas dan tidak bisa dibenarkan. Ia menegaskan perlunya masyarakat memahami pentingnya menjaga batas interaksi dengan anak demi perlindungan mereka.

Kecaman dari Menteri PPPA dan KPAI

Arifah Fauzi mengingatkan bahwa sentuhan fisik tanpa persetujuan dari anak, terutama yang dilakukan oleh orang dewasa, sangat berisiko menjadi bentuk pelecehan seksual. Hal ini bisa berdampak serius pada perkembangan psikologis korban. "Perilaku seperti itu berpotensi memunculkan trauma yang berkelanjutan pada anak," ujarnya.

Selain itu, Arifah menyampaikan pentingnya edukasi otoritas tubuh sejak dini agar anak mengenali batas pribadi mereka. Anak yang sadar bahwa tubuhnya milik dirinya sendiri dapat lebih cepat mengenali dan melawan tindakan manipulasi dari orang dewasa ataupun lingkungan sekitar.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Margaret Aliyatul Maimunah, juga menyatakan aksi Elham menyerang harkat dan martabat anak sebagai individu dengan hak asasi yang harus dilindungi. Ia menilai acara tersebut telah melanggar prinsip hak anak dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Menurut Margaret, kekerasan maupun pelecehan seksual dapat menimbulkan berbagai gangguan psikologis, seperti kecemasan dan rendahnya rasa percaya diri. Kondisi ini mempengaruhi tumbuh kembang mental maupun fisik anak sampai dewasa dan meningkatkan risiko perilaku negatif.

Permintaan Maaf Elham Yahya

Merespon kontroversi tersebut, Elham Yahya mengeluarkan permintaan maaf resmi melalui akun Instagram @fuadbakh. Ia menyebut peristiwa itu sebagai kekhilafan pribadi dan berkomitmen untuk memperbaiki diri dan cara berdakwah ke depannya.

Elham juga menjelaskan video tersebut adalah rekaman lama yang sudah dihapus dari semua media resmi miliknya. Ia menegaskan anak-anak dalam video berada di bawah pengawasan orang tua yang mengikuti pengajiannya secara rutin.

Dalam pernyataan tertulisnya, Elham berharap agar masyarakat dapat memaafkan kekhilafannya dan mendoakan agar ia tetap diberikan hidayah dan jalan kebaikan. "Saya bertekad menyampaikan dakwah dengan etika dan norma yang lebih sesuai budaya bangsa," katanya.

Upaya Perlindungan Anak dan Pencegahan Serupa

Menteri PPPA mengajak semua pihak menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan terhadap anak. Ia mendorong orang tua membangun komunikasi terbuka dengan anak agar anak merasa nyaman melaporkan hal yang tidak pantas.

Lembaga pendidikan dan sosial pun wajib menegakkan sistem pengawasan efektif untuk melindungi anak dari tindakan yang berpotensi merugikan. Selain itu, masyarakat yang mengetahui kasus pelanggaran hak anak diajak berani melapor kepada pihak berwenang sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

Beberapa langkah utama yang disarankan oleh Menteri PPPA untuk mencegah kasus serupa:

  1. Edukasi otoritas tubuh kepada anak sejak usia dini.
  2. Pengawasan ketat di lingkungan pengajian dan kegiatan anak.
  3. Komunikasi terbuka antara orang tua dan anak.
  4. Penegakan hukum tegas terhadap pelaku kekerasan atau pelecehan.
  5. Partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan pelanggaran hak anak.

Kasus viral ini menjadi pengingat penting bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas semua elemen masyarakat tanpa terkecuali. Hormat terhadap hak anak adalah fondasi utama demi pertumbuhan dan perkembangan generasi yang sehat secara fisik, mental, dan sosial.

Berita Terkait

Back to top button