Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Tengah segera meluncurkan Rumah Inovasi Jateng yang berfungsi sebagai pusat riset dan inovasi dengan konsep inklusif. Salah satu lokasi pendirian rumah riset ini adalah di Pucang Gading, Kabupaten Demak, yang akan menjadi titik awal pengembangan ekosistem inovasi di wilayah tersebut.
Rumah Inovasi Jateng dirancang untuk mengintegrasikan berbagai pemangku kepentingan melalui model kolaborasi pentahelix. Konsep ini melibatkan pemerintah provinsi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, serta pelaku usaha dan industri secara bersama-sama mengembangkan inovasi yang dapat berdampak luas.
Kepala Brida Jateng, Mohamad Arief Irwanto, menyampaikan bahwa keberadaan Rumah Inovasi ini membuka akses bagi seluruh pihak untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah yang lebih maju dan mandiri. Arief menegaskan, “Sinergi ini diharapkan mampu memastikan hasil riset dan inovasi tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi bertransformasi menjadi produk inovatif yang menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal.”
Lebih lanjut, Rumah Inovasi akan menjadi wadah kolaborasi strategis yang menghubungkan BRIN, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku industri untuk mendorong adopsi teknologi tepat guna. Menurut Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi, keterlibatan perguruan tinggi dalam penyediaan kepakaran serta dunia industri sebagai pengguna inovasi adalah kunci utama dalam mendorong pembangunan daerah berbasis riset dan teknologi.
Kunjungan koordinasi BRIN ke Brida Jateng pada akhir Januari lalu bertujuan memastikan rumah inovasi memenuhi standar nasional sebelum peluncuran resmi. Yopi menambahkan, dengan hadirnya pusat riset ini, Jawa Tengah diharapkan bisa memimpin digitalisasi dan modernisasi sektor pertanian, industri, dan UMKM. Pendekatan ini menggunakan teknologi inovatif yang tepat guna untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing daerah.
Selain meninjau Rumah Inovasi Jateng, tim BRIN juga melakukan pengawasan terhadap berbagai program fasilitasi riset yang tengah berjalan di Jawa Tengah. Kegiatan pemantauan ini diharapkan dapat mempercepat implementasi hasil riset ke dalam produk nyata dan model kolaborasi efektif antara pusat dan daerah.
Implementasi Rumah Inovasi juga selaras dengan arahan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang menekankan pentingnya sinergi multisektor dalam mengubah potensi riset menjadi inovasi bernilai ekonomi. Pusat riset ini akan menjadi tonggak baru untuk menciptakan inovasi berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Jawa Tengah.
Dengan langkah strategis ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan mitra terkait mengupayakan transformasi riset menjadi solusi nyata yang dapat memperkuat ekosistem inovasi daerah. Rumah Inovasi Jateng hadir untuk menjembatani kebutuhan riset dengan aplikasi praktis serta memperkuat kolaborasi pengembangan teknologi di berbagai sektor utama.
Baca selengkapnya di: halosemarang.id






