Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi (ISKI) Jawa Timur menggelar forum Communication Outlook 2026 di Surabaya dengan fokus utama pada urgensi kolaborasi bagi praktisi humas. Acara ini menyoroti perubahan signifikan dalam komunikasi publik yang semakin kompleks di tengah tuntutan transparansi dan dinamika audiens yang terus berkembang.
Ketua demisioner ISKI Jatim, Rachmah Ida, menegaskan kegagalan dalam memahami arah komunikasi berpotensi mengancam legitimasi institusi. “Kesalahan membaca arah komunikasi bisa memicu krisis kepercayaan dan melemahkan dukungan terhadap program pembangunan,” ujarnya. Hal ini menandai kebutuhan praktisi humas untuk melakukan adaptasi strategis di era digital.
Perubahan Lanskap Komunikasi dan Tantangan Digital
Rachmah Ida menjelaskan bahwa transformasi digital bukan fenomena tiba-tiba melainkan sebuah proses jangka panjang yang telah dirancang secara global. Institusi pemerintah maupun korporasi wajib menyadari tantangan ini sebagai bagian integratif dari perubahan dunia yang sedang berlangsung. Fungsi humas menjadi sangat vital agar organisasi tidak terjebak dalam krisis kepercayaan akibat ketidakmampuan beradaptasi terhadap pola komunikasi baru.
Menurut Fauzi Priambodo, Founder Teamwork Communication Industry, komunikasi di era digital memiliki dua sisi yang harus diwaspadai. “Dengan komunikasi yang tepat, kami bisa menyelesaikan beban bisnis yang sangat besar. Teknologi dan komunikasi justru membuka peluang baru,” katanya. Meski demikian, potensi risiko tetap ada jika komunikasi tidak dikelola secara profesional dan kolaboratif.
Pentingnya Kolaborasi dalam Pengembangan Komunikasi
Fauzi menyoroti bahwa model kerja individualistis tidak lagi efektif di tengah ekosistem bisnis yang saling terhubung. Pertumbuhan organisasi dapat dipercepat hanya dengan membuka ruang kolaborasi antar berbagai pihak, mulai dari afiliator hingga kreator konten. “Tanpa kolaborasi, pertumbuhan akan sangat lambat. Komunikasi menjadi kunci untuk membangun kepercayaan dan mempercepat perkembangan,” tegasnya.
ISKI Jatim memanfaatkan momentum forum Communication Outlook 2026 untuk melakukan regenerasi kepemimpinan melalui Musyawarah Wilayah. Suko Widodo, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua ISKI Jatim periode 2026-2028. Suko berkomitmen memperkuat kontribusi organisasi dalam berbagai bidang strategis komunikasi.
Fokus Strategis ISKI Jatim ke Depan
Dalam sambutannya, Suko Widodo menyatakan ambisinya membawa ISKI Jatim untuk memberikan pengaruh signifikan di sektor komunikasi dan profesi humas. Ia menilai pembangunan ekosistem komunikasi yang berkolaborasi akan mempercepat penguatan posisi humas di lingkungan pemerintahan dan bisnis. Upaya ini selaras dengan kebutuhan menyikapi perkembangan teknologi dan tren digital yang terus berubah.
ISKI Jatim juga mengajak para praktisi komunikasi untuk lebih inovatif dan responsif terhadap dinamika audiens yang semakin kritis dan aktif di media digital. Membangun kepercayaan publik menjadi salah satu fokus utama agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara optimal dan mendukung kelancaran program pembangunan nasional.
Melalui forum ini, ISKI Jawa Timur menegaskan bahwa adaptasi teknologi serta sinergi lintas profesi merupakan kunci sukses komunikasi publik di era digital. Keberhasilan humas tidak hanya dilihat dari kemampuan menyampaikan pesan, tetapi juga dari kemampuannya membangun jaringan kerja yang kokoh dan saling mendukung. Dengan demikian, kolaborasi menjadi fondasi utama bagi perkembangan komunikasi strategis hingga tahun 2026 dan seterusnya.
Baca selengkapnya di: humasindonesia.id






