Ratusan produk kerajinan tangan asal Jawa Barat dipamerkan di INACRAFT 2026, pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara. Acara digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, sejak Rabu hingga Minggu, dengan lebih dari seribu eksibitor mengikuti pameran tersebut.
Tema yang diangkat pada INACRAFT tahun ini adalah "Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft", yang menonjolkan peran perempuan dalam dunia kerajinan. Dekranasda Jawa Barat kembali ambil bagian dengan mengirimkan sekitar 125 produk kerajinan dari 10 kabupaten/kota di provinsi tersebut.
Ketua Dekranasda Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, menjelaskan bahwa peserta dari Jawa Barat berasal dari UMKM terpilih yang telah melalui proses seleksi ketat agar kualitas produk tetap terjaga. Ia menyebutkan, beberapa peserta adalah UMKM terbaik yang pernah menjadi juara dalam acara serupa sebelumnya.
Keikutsertaan Jawa Barat dalam INACRAFT ini sudah berlangsung sebanyak 21 kali. Noneng menekankan pentingnya promosi produk kerajinan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi, serta upaya menjaga warisan budaya daerah.
Target Transaksi dan Peluang Pasar
Dewan Kerajinan Nasional Daerah Jawa Barat menargetkan nilai transaksi mencapai 1,5 juta Dollar AS pada penyelenggaraan kali ini. Target tersebut meliputi transaksi langsung selama pameran maupun kontrak dagang sebagai hasil tindak lanjut pameran.
Noneng optimistis target ini dapat tercapai karena antusiasme pengunjung INACRAFT terus meningkat dari tahun ke tahun. Harga produk kerajinan yang dipamerkan bersaing dan dapat dijangkau oleh berbagai kalangan, mulai dari konsumen lokal hingga pembeli internasional.
Selain pengunjung dari dalam negeri, pameran ini juga menarik banyak pembeli dari berbagai negara yang tertarik dengan kerajinan asal Jawa Barat. Hal ini mencerminkan peluang ekspor yang terus terbuka bagi produk-produk UMKM setempat.
Penghargaan Inacraft Digital Excellence Award
Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mendukung peserta INACRAFT dan Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) mengikuti Inacraft Digital Excellence Award. Penghargaan ini diberikan bagi pelaku usaha kerajinan yang sukses mengintegrasikan teknologi digital dalam bisnis mereka.
Ada tiga kategori utama dalam penghargaan tersebut, yakni Best Digital Branding, Best Digital Marketing Performance, dan Best Digital Innovation. Kategori pertama mengapresiasi peserta yang berhasil membangun citra serta identitas merek secara digital.
Kategori Best Digital Marketing Performance diberikan kepada peserta yang efektif memanfaatkan kanal digital untuk menjangkau audiens serta meningkatkan penjualan. Sedangkan Best Digital Innovation dihadiahi kepada pelaku usaha yang berhasil mengintegrasikan teknologi dalam proses produksi, bisnis, atau presentasi produk.
Peserta dapat mendaftarkan diri secara daring melalui tautan resmi hingga batas akhir registrasi pada 4 Februari. Proses wawancara dan presentasi rencananya dilakukan pada hari berikutnya, dengan pengumuman pemenang pada acara Inacraft Appreciation Night di JICC.
INACRAFT 2026 tidak hanya sekadar ajang pameran, tetapi juga menjadi wadah strategis bagi pelaku kerajinan Jawa Barat memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas produk, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Partisipasi aktif dari berbagai daerah di Jawa Barat menunjukkan potensi besar sektor kerajinan dalam mendukung perekonomian lokal dan nasional.
Baca selengkapnya di: www.tarungnews.com






