Penguatan Ekonomi Jawa Barat di 2025 Tercapai Berkat Sinergi Seluruh Pihak
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada akhir 2025 menunjukkan peningkatan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju pertumbuhan sebesar 5,32 persen, meningkat dari 4,95 persen pada tahun sebelumnya.
Pada kuartal IV 2025, pertumbuhan ekonomi Jabar semakin menguat dengan angka 5,85 persen. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan sinergis berbagai pihak. Menurutnya, peran aktif RT/RW, jajaran TNI-Polri, serta kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota menjadi faktor utama.
Dukungan RT/RW Jadi Kunci Penguatan Ekonomi
Dedi Mulyadi mengapresiasi peran serta RT/RW yang bekerja langsung di lingkungan masyarakat. Ia menjelaskan, sinergi dan koordinasi antar stakeholder hingga tingkat bawah memberikan fondasi kokoh bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. "Ucapan terima kasih harus diberikan kepada seluruh stakeholder, khususnya RT/RW, dalam mendorong pembangunan di Jawa Barat," ujarnya.
Menurut Gubernur, upaya ini harus diiringi dengan pemerataan kesejahteraan agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan luas. Pemerintah daerah terus fokus pada program pengurangan kemiskinan dan pengangguran sebagai prioritas utama.
Data-Indikator Kesejahteraan Jawa Barat
BPS mencatat indikator sosial ekonomi Jawa Barat mengalami perbaikan. Tingkat kemiskinan menurun menjadi 6,78 persen, turun 0,3 poin dari tahun sebelumnya yang sebesar 7,08 persen. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat 6,66 persen, mengalami penurunan 0,09 poin dibandingkan sebelumnya.
Indeks Gini, yang mengukur ketimpangan ekonomi, juga membaik. Angkanya turun dari 0,42 menjadi 0,39 pada 2025. Data ini mengindikasikan distribusi pendapatan yang lebih merata di kalangan masyarakat Jawa Barat.
Fokus Penguatan Sektor Ekonomi Jawa Barat
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan fokus pada penguatan beberapa sektor strategis. Di antaranya adalah sektor industri, pertanian, dan ekonomi lokal. Pendekatan ini dilakukan agar pertumbuhan ekonomi tidak bergantung pada satu sektor tunggal.
KDM menyebut bahwa penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat menjadi program utama pemerintah. Hal ini diyakini mampu mendorong penurunan kemiskinan dan ketimpangan yang berkelanjutan.
Berbagai langkah kebijakan pun dirancang untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Pemerintah daerah berkomitmen menyesuaikan strategi sesuai situasi nasional dan global yang dinamis agar kontinuitas positif ini terus berlanjut.
Informasi ini memperlihatkan bagaimana peran aktif seluruh elemen masyarakat, terutama RT/RW, ikut andil dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Sinergi yang terorganisir antara pemerintah dan komunitas lokal menjadi fondasi pencapaian kinerja ekonomi yang makin kuat. Peningkatan kesejahteraan dan pemerataan menjadi arah utama pengembangan di tahun-tahun mendatang.
Baca selengkapnya di: rejabar.republika.co.id