59 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Tulungagung, BPBD Berikan Bantuan Darurat

Petir dan puting beliung menghantam dua kecamatan di Tulungagung, mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah warga. Sebanyak 59 rumah rusak akibat terjangan angin kencang yang terjadi pada Sabtu sore sekitar pukul 14.27 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmadji, menyatakan bahwa laporan pertama diterima dari Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol. Petugas langsung melakukan asesmen dan pendataan di lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan darurat warga terdampak.

Di Desa Bendilwungu, terdapat lima rumah rusak dengan tingkat kerusakan bermacam-macam, termasuk satu rumah yang rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Kerusakan terbanyak ditemukan pada bagian atap rumah yang kehilangan sekitar 1.250 genteng dan 20 lembar asbes.

BPBD memperkirakan total kerugian mencapai Rp4,1 juta akibat kerusakan tersebut. Sebagai langkah awal, BPBD memberikan bantuan berupa terpal untuk menutupi atap rumah agar terlindungi dari hujan susulan. Selain itu, koordinasi dengan perangkat desa dan instansi terkait terus dilakukan untuk penanganan lanjutan.

Puting beliung juga melanda Kecamatan Ngunut, terutama di Desa Sumberingin Kulon dan Desa Sumberingin Kidul. Di dua desa ini, sebanyak 44 rumah mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Hingga kini, belum dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian ini.

Kerusakan Rumah Akibat Puting Beliung di Tulungagung

  1. Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol: 5 rumah rusak, termasuk 1 rumah tertimpa pohon.
  2. Desa Sumberingin Kulon dan Sumberingin Kidul, Kecamatan Ngunut: 44 rumah rusak.
  3. Kerusakan utama: Atap rumah dengan genteng dan asbes yang hancur.
  4. Estimasi kerugian: Rp4,1 juta.
  5. Bantuan awal: Terpal untuk perlindungan sementara dari hujan.

BPBD Tulungagung terus memantau situasi dan berupaya memberikan bantuan segera kepada masyarakat terdampak. Warga dihimbau untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang mungkin terjadi menyusul insiden tersebut. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk melapor apabila terdapat kerusakan yang belum terdata agar penanganan bisa dilakukan secara optimal.

Baca selengkapnya di: jatim.jpnn.com

Berita Terkait

Back to top button