PDIP Jawa Timur menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Dominikus Adi Sutarwijono, mantan Ketua DPRD Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDIP Surabaya periode 2019–2024. Kabar duka ini menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar PDIP Jatim dan masyarakat Surabaya yang mengenal perjuangan serta pengabdiannya.
Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Deni Wicaksono, melalui pernyataan resmi, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya almarhum. Ia menilai Adi Sutarwijono sebagai sosok pemimpin yang berdedikasi serta rendah hati, yang selalu konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat Kota Surabaya. “Almarhum adalah panutan yang pekerja keras dengan prinsip teguh,” ujar Deni.
Karier Politik dan Kontribusi Adi Sutarwijono
Dominikus Adi Sutarwijono lahir di Blitar pada 4 Agustus 1968. Ia mengemban posisi ketua DPRD Surabaya untuk dua periode yakni 2019–2024 dan 2024–2029. Sebelumnya, ia pernah menjabat anggota DPRD Surabaya selama dua periode, mulai dari sisa masa jabatan 2009–2014 pada 2012, dilanjutkan 2014–2019. Selain itu, ia dipercayakan sebagai Ketua DPC PDIP Kota Surabaya pada periode 2019–2024.
Sepanjang kariernya, Adi Sutarwijono dikenal dekat dengan masyarakat dan giat dalam pembangunan daerah. Ia juga aktif mengajak warga Surabaya menjaga dan melanjutkan pembangunan yang telah berjalan. Sikapnya yang teguh dan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat menjadi warisan penting bagi kader partai dan masyarakat setempat.
Reaksi Keluarga Besar PDIP Jatim
Selain menyampaikan duka dan penghormatan atas wafatnya Mas Awi, Deni Wicaksono juga berdoa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Keluarga yang ditinggalkan pun diharapkan memperoleh kesabaran dan kekuatan dalam menghadapi masa-masa sulit ini. Deni mengingatkan bahwa kehilangan ini bukan hanya dirasakan oleh PDIP, melainkan oleh seluruh masyarakat Surabaya yang selama ini merasakan pengabdian dan keteladanan Adi Sutarwijono.
Berikut ini beberapa pernyataan penting dari Sekretaris DPD PDIP Jatim terkait sosok Adi Sutarwijono:
- Pemimpin yang berdedikasi tinggi dan rendah hati.
- Teguh dalam prinsip dan pekerja keras.
- Konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat Surabaya.
- Kontribusi besar dalam pembangunan dan kaderisasi partai.
- Didoakan mendapatkan tempat mulia di sisi Tuhan dan keluarga diberikan ketabahan.
Kematian Adi Sutarwijono meninggalkan ruang kosong bagi PDIP Jatim, terutama di Surabaya. Banyak pihak mengenang almarhum sebagai figur yang gigih dalam upaya memperjuangkan hak dan kesejahteraan masyarakat. Derap perjuangannya selama ini menjadi inspirasi bagi para kader dan masyarakat luas.
PDIP Jatim kini menghadapi tantangan untuk melanjutkan amanah yang pernah diemban oleh almarhum. Sosok Adi Sutarwijono akan terus dikenang sebagai tokoh penting dalam penguatan partai dan pengabdian sosial di wilayah Jawa Timur khususnya Surabaya. Informasi resmi menyebutkan bahwa kepemimpinan serta pengabdian beliau meninggalkan warisan berharga untuk pembangunan berkelanjutan di kota tersebut.
