Kementan Pastikan Stok Cabai Jawa Barat Aman dan Surplus hingga Idulfitri 2026

Kementerian Pertanian memastikan stok cabai di Jawa Barat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Hari Raya Idulfitri. Surplus cabai tersedia baik untuk cabai rawit maupun cabai merah pada bulan-bulan menjelang perayaan penting tersebut.

Data neraca cabai menunjukkan produksi cabai rawit di Jawa Barat pada Februari mencapai 34.463 ton, sementara kebutuhan hanya 16.578 ton. Surplus tersebut akan semakin besar pada Maret dengan produksi 78.963 ton dan kebutuhan 23.946 ton, sehingga menghasilkan neraca positif sebesar 55.018 ton.

Untuk cabai merah, produksi Februari mencapai 32.398 ton dengan kebutuhan 23.858 ton, menghasilkan surplus 8.540 ton. Pada Maret, produksi kabupaten ini naik menjadi 38.703 ton sedangkan kebutuhan sebesar 27.740 ton, menciptakan surplus 10.962 ton.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan upaya pengawalan stok cabai terus dilakukan agar permintaan saat Ramadan dan Idulfitri terpenuhi. “Kementerian melakukan penguatan produksi di sentra penghasil, pengendalian distribusi, serta koordinasi antar sektor,” ujarnya.

Jawa Barat menjadi salah satu pusat produksi cabai nasional dengan luas lahan panen yang signifikan. Kabupaten Bandung memiliki luas panen mencapai 400 hektare, diikuti Garut 485 hektare, dan Sumedang 250 hektare. Ini mendukung ketersediaan cabai di wilayah tersebut.

Ketersediaan cabai yang cukup penting untuk menjaga stabilitas harga dan memenuhi permintaan konsumen selama Hari Besar Keagamaan Nasional. Pemerintah juga mengupayakan kelancaran distribusi agar stok tidak terkendala saat puncak konsumsi.

Kementerian Pertanian juga memonitor kondisi lapangan secara berkala untuk mengantisipasi potensi gangguan produksi maupun distribusi. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi kunci agar pasokan tetap lancar hingga masa Idulfitri.

Strategi yang diterapkan meliputi pengembangan sentra produksi cabai dan pengorganisasian distribusi yang tepat waktu. Hal ini bertujuan menghindarkan terjadinya kelangkaan yang dapat merugikan masyarakat luas di Jawa Barat.

Dengan cadangan suplai cabai yang memadai, pihak terkait optimistis kebutuhan cabai rawit dan cabai merah dapat terpenuhi tanpa mengalami kenaikan harga yang signifikan. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi kestabilan pasar menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Terkait