Presiden Prabowo Resmikan Gudang Jagung Polda Jatim 2.000 Ton Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Peresmian gudang ketahanan pangan milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri) resmi dilakukan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Salah satu gudang yang diresmikan adalah milik Polda Jawa Timur, yang berlokasi di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Gudang tersebut menjadi yang pertama khusus untuk penyimpanan jagung di Jawa Timur dengan luas bangunan mencapai 1.464 meter persegi dan mampu menampung hingga 2.000 ton jagung. Pembangunan fasilitas ini selesai dalam waktu 120 hari dan sudah siap mendukung ketahanan pangan nasional.

Kapolda Jatim Laporkan Kesiapan Gudang
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si., memberikan laporan kepada Presiden RI mengenai kesiapan gudang tersebut. Ia menjelaskan bahwa gudang ini terdiri dari dua bangunan dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton.
Letak gudang berada di lahan milik Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Timur, sehingga lokasinya sangat strategis untuk membantu petani dalam penyimpanan hasil panen jagung.

Sinergi Polri dan Bulog dalam Pengelolaan
Pengelolaan gudang dilakukan secara profesional melalui kerja sama dengan Perum Bulog. Bulog bertugas menyerap jagung petani dengan harga Rp6.400 per kilogram, dengan syarat kadar air maksimal 14 persen.
Sinergi ini bertujuan menjaga stabilitas stok dan harga pangan di Jawa Timur, sekaligus mendukung kebutuhan industri peternakan wilayah tersebut.

Irjen Nanang menegaskan bahwa Polri menyediakan lahan, membangun infrastruktur, serta menjaga keamanan fasilitas. Sedangkan Bulog menangani operasional serta distribusi jagung. Kombinasi ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

Kapasitas dan Pengembangan Fasilitas Gudang
Saat ini gudang telah terisi sebanyak 142 ton jagung pipil dan membantu pengelolaan 13 cabang Bulog lain di Jawa Timur.
Rencana ke depan, gudang akan dilengkapi dengan sarana pemipilan, pengeringan, dan pengepakan jagung agar prosesnya menjadi lebih efisien dan berkualitas.

Gedung ini menjadi contoh konkret dari upaya pemerintah dan kepolisian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyediaan infrastruktur yang mendukung hasil pertanian lokal.
Keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaan stok pangan menunjukkan pendekatan kolaboratif yang penting dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.

Baca selengkapnya di: polreskedirikota.com

Berita Terkait

Back to top button