143,9 Juta Mudik Lebaran 2026: Jawa Barat Siap Terkepung Kepadatan dan Lonjakan Mobil Pribadi yang Bisa Bikin Macet Parah!

Author: Qoo Media

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi sekitar 143,9 juta orang akan melakukan mudik Lebaran tahun depan. Angka ini setara dengan 50,6 persen dari total penduduk Indonesia dan menandakan potensi pergerakan masyarakat yang sangat besar.

Meskipun survei menunjukkan angka tersebut, realisasi mudik pada tahun sebelumnya justru lebih tinggi mencapai 154,62 juta orang berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD). Kondisi ini membuat persiapan infrastruktur dan pengaturan lalu lintas harus dilakukan secara maksimal, terutama di kawasan dengan mobilitas tinggi.

Jawa Barat sebagai Titik Kritis

Jawa Barat disebut menjadi fokus utama karena statusnya sebagai daerah asal pergerakan terbesar mudik dan jalur vital ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam pertemuan koordinasi antara Menhub dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dipastikan bahwa daerah ini berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas luar biasa.

Mayoritas pemudik memilih menggunakan mobil pribadi, yakni sekitar 53 persen. Sebagian besar kendaraan ini diperkirakan menggunakan jalur tol, terutama pada koridor Jakarta–Cikampek yang sudah dikenal sebagai titik kritis kemacetan setiap musim mudik.

Upaya Pengawasan dan Pengelolaan Lalu Lintas

Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta untuk memperkuat pengawasan di sejumlah titik rawan. Berikut fokus utama pengawasan:

  1. Pasar tumpah di jalur arteri yang sering menjadi sumber kemacetan
  2. Perlintasan sebidang yang memiliki potensi tinggi terjadinya kecelakaan
  3. Kawasan wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung pasca-Lebaran
  4. Titik-titik rawan seperti banjir, longsor, dan rob yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas

Selain itu, penguatan rekayasa lalu lintas pada jalur arteri dan tol juga menjadi perhatian utama dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan pribadi.

Kesiapan Sarana dan Prasarana Transportasi

Kemenhub menegaskan kesiapan moda transportasi lintas jalur, meliputi angkutan darat, laut, penyeberangan, udara, dan kereta api. Peningkatan keselamatan dilakukan melalui pelaksanaan ramp check di seluruh moda transportasi guna memastikan kendaraan dalam kondisi aman dan layak jalan.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama agar pelaksanaan Angkutan Lebaran berjalan lancar dan aman, terutama mengingat peran strategis Jawa Barat sebagai simpul utama mobilitas nasional. Kondisi tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi kemacetan serta risiko kecelakaan selama musim mudik yang menjadi tradisi masyarakat Indonesia.

Baca selengkapnya di: www.kompas.tv
Terbaru