Doni Ahmad Munir Tinggalkan PPP, Gerindra Sambut! PPP Jabar Balas Dengan Rekonsiliasi dan Open Recruitment, Siap Perang Kader untuk Jabar Istimewa!

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat memberikan respons terkait perpindahan Bupati Sumedang, Doni Ahmad Munir, yang memutuskan bergabung dengan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Ketua DPW PPP Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, menegaskan bahwa pilihan politik adalah hak setiap individu yang harus dihargai tanpa memandang latar belakang partai maupun tokoh yang bersangkutan.

Uu Ruzhanul menambahkan bahwa meskipun hak berpolitik adalah kebebasan personal, PPP memiliki nilai dan sejarah panjang yang tak bisa diabaikan. Ia menegaskan bahwa PPP lahir dari perjuangan para ulama yang dihormati dan menjadi fondasi utama partai. “PPP dilahirkan oleh para ulama. Di kalangan santri, ulama itu begitu dihargai dan dihormati. Makanya tagline kami adalah melanjutkan perjuangan ulama menuju Jabar Istimewa,” ujarnya.

Fokus PPP Jabar pada Rekonsiliasi dan Rekrutmen Terbuka

Sekretaris DPW PPP Jabar, Agus Solihin, mengungkapkan bahwa situasi kader yang berpindah partai merupakan hal yang biasa dalam sistem demokrasi. Dia menegaskan bahwa semua kader memiliki hak politik yang bebas, tetapi masyarakat tetap dapat mengevaluasi etika politik para kader tersebut. “Setiap orang punya hak politiknya masing-masing. Tapi masyarakat dan kader tentu bisa menilai bagaimana etika politiknya,” kata Agus.

Sebagai langkah strategis, PPP Jawa Barat tengah melakukan open recruitment terbuka. Program ini ditujukan tidak hanya bagi internal keluarga besar PPP yang belum aktif, tetapi juga untuk menggaet tokoh masyarakat dan tokoh umat Islam. Agus yakin langkah ini dapat mengembalikan kepercayaan publik kepada PPP di wilayah Jawa Barat. Menurutnya, tagline “melanjutkan perjuangan ulama menuju Jabar Istimewa” menjadi poros utama dalam usaha penguatan partai di tingkat daerah dan nasional.

Strategi Rekonsiliasi di Tengah Tantangan Verifikasi Faktual

PPP Jabar menyiapkan rekonsiliasi internal sebagai modal penting dalam menghadapi tantangan ke depan. Agus menjelaskan bahwa perbedaan pandangan dalam politik adalah hal yang lumrah, sehingga membangun kembali hubungan dengan semua pihak di kepengurusan baik DPW maupun DPC merupakan prioritas. “Semangat kami tentu rekonsiliasi. Perbedaan dalam politik itu hal yang wajar. Baik rekan-rekan di DPC maupun DPW pada kepengurusan sebelumnya akan kami rangkul,” jelasnya.

Kondisi ini mencuat di tengah tekanan berat yang dialami PPP secara nasional, terutama karena partai ini tidak lolos ambang batas parlemen dalam pemilu terakhir. Kekalahan tersebut berpengaruh pada proses verifikasi partai politik yang semakin ketat, termasuk kemungkinan verifikasi faktual yang dapat berisiko bagi kelangsungan PPP. Oleh sebab itu, rekonsiliasi internal menjadi kebutuhan mendesak agar persatuan dan soliditas partai tetap terjaga.

Langkah PPP Jabar untuk Masa Depan

  1. Melanjutkan perjuangan ulama sebagai fondasi ideologis partai.
  2. Melakukan rekonsiliasi internal untuk merajut kembali persatuan di tingkat DPW dan DPC.
  3. Menjalankan open recruitment guna merekrut tokoh umat dan kader potensial.
  4. Meningkatkan representasi PPP di DPRD dan DPR untuk wilayah Jawa Barat.
  5. Menjaga etika politik dalam menyikapi dinamika kader dan pergantian partai.

PPP Jawa Barat memandang langkah-langkah ini sebagai ikhtiar strategis untuk memperkokoh posisi politik di daerah yang dinamis sekaligus menjaga semangat perjuangan ulama. Dengan rekonsiliasi dan pembukaan peluang bergabung bagi tokoh masyarakat, PPP menargetkan peningkatan dukungan dan legitimasi di hadapan verifikasi partai yang akan berlangsung. Penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan ajaran Islam menjadi perhatian utama dalam perjalanan politik partai di Jawa Barat.

Baca selengkapnya di: jabar.tribunnews.com

Berita Terkait

Back to top button