Warga Kabupaten Bekasi mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera memperbaiki Jalan KH Ma’mun Nawawi yang kondisinya rusak parah. Jalan ini merupakan jalur utama yang menghubungkan Bekasi dengan Bogor dan penting bagi aktivitas penduduk dan industri di wilayah selatan Kabupaten Bekasi.
Kerusakan jalan telah terjadi selama bertahun-tahun tanpa perbaikan menyeluruh. Kondisi jalan yang buruk menyebabkan kemacetan parah dan risiko kecelakaan meningkat di beberapa titik rawan.
Kerusakan Parah dan Dampaknya terhadap Warga
Jalan sepanjang 26 kilometer ini kerap dilalui ribuan kendaraan setiap hari, mulai dari kendaraan pekerja hingga truk bertonase besar. Di Kecamatan Cikarang Selatan, tepatnya di Kampung Pasirkonci, badan jalan rusak hampir menyeluruh karena lapisan beton terkelupas, menyisakan tanah bercampur pasir. Debu beterbangan saat cuaca panas dan genangan air mengisi lubang saat hujan.
Menurut Ika (28), seorang karyawati swasta yang setiap hari melintasi jalan itu, kondisi kerusakan membuatnya merasa resah dan khawatir. Keluhan serupa juga datang dari Rahmat (35), pengendara lain yang menilai kondisi jalan di penyangga Ibu Kota ini memprihatinkan.
Titik kerusakan lainnya berada di dekat pertigaan Kampung Randu, Desa Sukasari, Kecamatan Serangbaru. Menurut Ikbal (37), jalur ini sangat berbahaya karena sempat terjadi tiga kecelakaan pada satu titik di Oktober lalu. Hal ini menunjukkan potensi risiko kecelakaan sangat tinggi apabila perbaikan belum dilakukan segera.
Upaya Perbaikan dan Tantangan Kewenangan
Pada tahun lalu, ruas jalan di wilayah Cikarang Selatan sempat diperlebar sepanjang 2,3 kilometer. Namun, sejak itu tidak ada tindak lanjut signifikan dan minimnya pemeliharaan membuat kondisi jalan semakin memburuk. Camat Cikarang Selatan, Muhammad Said, mengakui banyaknya keluhan masyarakat, tetapi menyebut perbaikan terkendala oleh kewenangan administratif.
“Sudah masuk sejumlah keluhan ke kita. Sejauh ini makin rusak dan belum ada langkah kongkret perbaikan dari pemerintah provinsi Jawa Barat,” ujarnya. Hal ini mengindikasikan bahwa perbaikan jalan berada di luar kewenangan pemerintah kabupaten, sehingga menunggu respons dari Pemprov Jabar.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan akan melakukan koordinasi intensif dengan Pemprov Jawa Barat agar pengerjaan perbaikan dapat segera direalisasikan. Tujuannya adalah memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi warga serta mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi jalan berlubang yang membahayakan.
Pentingnya Perbaikan Jalan KH Ma’mun Nawawi
Jalan KH Ma’mun Nawawi memiliki peran vital sebagai penghubung wilayah permukiman, sentra industri, dan daerah kelilingnya. Perbaikan jalan ini diharapkan tidak hanya mengatasi masalah kemacetan tetapi juga meningkatkan kualitas mobilitas dan keselamatan masyarakat.
Berikut beberapa poin penting terkait kondisi dan harapan perbaikan jalan:
- Jalan provinsi ini telah bertahun-tahun rusak tanpa penanganan menyeluruh.
- Kerusakan terjadi di beberapa titik kritis seperti Pasirkonci dan Randu.
- Kerusakan menyebabkan gangguan aktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
- Pemerintah daerah telah menerima banyak keluhan namun terhambat kewenangan.
- Koordinasi antara Pemkab Bekasi dan Pemprov Jabar diperlukan segera.
Dengan kondisi saat ini, perbaikan cepat dan tuntas harus menjadi prioritas agar Jalan KH Ma’mun Nawawi kembali aman dan nyaman untuk dilalui. Langkah konkret dari Pemprov Jawa Barat sangat diharapkan oleh warga Bekasi agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir.
Baca selengkapnya di: megapolitan.antaranews.com






