Kapolda Jabar: Ojol Bukan Sekadar Pengantar, Melainkan Mata dan Telinga Polisi Jaga Kamtibmas

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan bahwa pengendara ojek online (ojol) memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia mengajak para ojol untuk aktif melaporkan setiap tindak kejahatan yang mereka temui saat beraktivitas di jalan.

Rudi menggarisbawahi bahwa ojol tidak hanya berfungsi sebagai pengantar penumpang atau barang. Mereka dianggap sebagai “mata dan telinga” polisi di lapangan karena setiap hari berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat dan menjangkau area yang sulit dijangkau oleh patroli kepolisian, seperti gang-gang kecil.

Peran Strategis Ojol dalam Kamtibmas

Irjen Pol Rudi menilai kontribusi ojol sangat strategis, terutama menjelang dan selama bulan Ramadhan. Aktivitas masyarakat yang meningkat pada masa ini berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas dan kemacetan lalu lintas. Karena itu, kapolda mengimbau agar ojol berkomitmen untuk menjaga kondusivitas di Jawa Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Rudi juga memberikan sejumlah pesan penting bagi para ojol:

  1. Tetap tertib berlalu lintas dan menjalankan aturan yang berlaku.
  2. Bersikap santun dalam berinteraksi dengan masyarakat maupun pihak lain.
  3. Hindari perilaku ugal-ugalan yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
  4. Jangan mudah terprovokasi oleh masalah yang berakar dari komunitas dan serikat yang berbeda.

Menurut kapolda, jika para ojol mampu menjaga kedisiplinan dan etika, maka hal itu akan memberikan contoh positif bagi masyarakat. "Ketika ojol tertib, masyarakat akan ikut tertib. Ketika ojol santun, masyarakat akan merasa aman," ujarnya.

Optimalisasi Peran Ojol untuk Kamtibmas dan Lalu Lintas

Pengalaman ojol yang sehari-hari berada di jalan raya menjadikan mereka sangat peka terhadap situasi di lingkungannya. Informasi yang didapat oleh para ojol bisa membantu aparat kepolisian dalam menanggulangi berbagai potensi gangguan keamanan secara cepat dan tepat.

Kerja sama antara kepolisian dan ojol harus terus diperkuat. Dengan saling mendukung, terjalin komunikasi yang baik antara masyarakat, ojol, dan aparat keamanan sehingga tercipta lingkungan yang aman dan tertib. Peran aktif ojol dalam menjaga kamtibmas sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat menjadi kunci sukses dalam menjaga ketertiban di Jawa Barat.

Kapolda Jabar juga menegaskan agar pengendara ojol tidak hanya berfokus pada tugas pengantaran, melainkan menjadi bagian dari kontrol sosial yang ikut menjaga keamanan publik. Pendekatan ini diharapkan bisa mengurangi kejahatan di jalan dan meminimalisir konflik sosial.

Oleh karena itu, peranan ojol sebagai mitra kepolisian perlu terus diapresiasi dan ditingkatkan agar dapat memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat di seluruh Jawa Barat. Inisiatif ini menunjukkan pentingnya sinergi antara teknologi transportasi modern dan upaya menjaga ketertiban sosial di era digital.

Baca selengkapnya di: rejabar.republika.co.id

Berita Terkait

Back to top button