BMKG Keluarkan Peringatan Siaga Hujan Lebat Hingga 26 Februari Dipicu La Nina Lemah dan MJO Aktif

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa dinamika atmosfer di wilayah Indonesia tetap aktif hingga tanggal 26 Februari. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi La Nina lemah dan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang meningkat, memengaruhi pola curah hujan di sejumlah daerah.

BMKG mencatat bahwa indikator Southern Oscillation Index (SOI) dan suhu permukaan laut di wilayah Niño3.4 menunjukkan La Nina lemah. Fenomena ini mendorong pembentukan awan hujan terutama pada wilayah timur Indonesia. Di waktu yang sama, gelombang MJO berada pada fase aktif di Samudra Hindia sehingga memperkuat potensi hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Pengaruh Dinamika Atmosfer terhadap Curah Hujan

Selain La Nina dan MJO, Monsun Asia turut memberikan kontribusi signifikan dengan mengalirkan massa udara basah ke Indonesia. Sirkulasi siklonik juga terdeteksi di Samudra Hindia barat daya Banten dan Kalimantan Barat. BMKG menyatakan bahwa kombinasi kelembapan tinggi dan ketidakstabilan atmosfer mendorong proses konvektif yang meningkatkan intensitas hujan lebat di beberapa daerah.

Aktivitas gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator semakin memperkuat potensi hujan di wilayah Lampung, Laut Jawa bagian barat dan tengah, perairan Bengkulu, serta Sumatera Selatan. Kondisi ini dinilai menambah wilayah yang berisiko hujan lebat dalam beberapa hari ke depan.

Wilayah Siaga Hujan Lebat 20–22 Februari

BMKG menetapkan status siaga untuk sejumlah wilayah yang diperkirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat antara lain:

  1. Banten
  2. Jawa Tengah
  3. Jawa Timur
  4. Bali
  5. Nusa Tenggara Barat (NTB)
  6. Nusa Tenggara Timur (NTT)
  7. Kalimantan Barat
  8. Sulawesi Utara
  9. Sulawesi Barat
  10. Maluku Utara
  11. Papua Pegunungan

Potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di beberapa bagian Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi Selatan. Fenomena ini rawan menimbulkan gangguan terhadap aktivitas sehari-hari serta risiko pohon tumbang.

Perkembangan Cuaca 23–26 Februari

Pada periode ini, BMKG melaporkan hujan ringan hingga sedang masih mendominasi sebagian besar wilayah. Namun, intensitas hujan sedang hingga lebat tetap berpotensi muncul di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Status siaga juga diterapkan di wilayah:

  1. DI Yogyakarta
  2. Jawa Timur
  3. Bali
  4. NTB
  5. NTT
  6. Papua Pegunungan

Selain itu, potensi angin kencang meluas ke banyak wilayah termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Papua Barat Daya. Kejadian ini meningkatkan risiko gangguan transportasi serta menimbulkan ancaman bencana hidrometeorologi.

Imbauan dan Kewaspadaan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terutama di daerah yang berstatus siaga dan rawan bencana. Ancaman banjir, genangan, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang harus menjadi perhatian utama.

Pihak berwenang dan masyarakat diimbau juga untuk mengantisipasi potensi gangguan transportasi darat, laut, maupun udara. Informasi cuaca yang bersifat dinamis diminta untuk selalu dipantau secara berkala melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi InfoBMKG agar dapat mengambil langkah mitigasi tepat waktu.

Source: sinpo.id

Berita Terkait

Back to top button