
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan pelaksanaan intervensi pasar guna menstabilkan harga kebutuhan pokok yang masih tinggi di sejumlah daerah. Intervensi ini akan dilakukan hingga usai Lebaran dengan harapan menekan lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang hari raya.
Pantauan di berbagai pasar tradisional di Jawa Tengah menunjukkan harga sejumlah kebutuhan pokok tetap tinggi. Contohnya, cabai rawit merah tercatat antara Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram, sementara bawang merah bertahan di harga Rp60 ribu sampai Rp65 ribu per kilogram.
Harga daging ayam potong dan telur ayam ras juga masih berada di angka Rp40 ribu dan Rp31 ribu per kilogram secara berurutan. Harga sayuran seperti sawi, kol, dan bayam cenderung stabil di kisaran Rp5.000 sampai Rp7.000 per kilogram. Beras medium diperdagangkan di harga Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.
Menurut pedagang sembako di Pasar Dargo, Kota Semarang, kenaikan harga kebutuhan pokok sangat berpotensi berlanjut hingga Lebaran mengingat permintaan yang meningkat dramatik. Pedagang bawang merah di Pasar MAJT mengonfirmasi pasokan bawang berkurang akibat curah hujan tinggi di sentra produksi bawang, seperti Brebes dan Pati, sehingga harga tetap tinggi.
Suryanto, pedagang di Pasar Ungaran, menyampaikan bahwa meskipun stok barang masih ada, kebutuhan masyarakat pada bulan Ramadan mengalami peningkatan signifikan. Harga cabai rawit merah menjadi yang paling tinggi dibandingkan jenis cabai lainnya, yang juga mengalami kenaikan cukup besar.
Instruksi Gubernur Ahmad Luthfi mengarah pada pelaksanaan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 308 titik di seluruh Jawa Tengah hingga Maret. Tujuannya untuk mengendalikan harga barang yang melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.
Dalam kunjungannya ke Pasar Projo Ambarawa, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan menjaga kestabilan harga melalui data pembelian warga dan intervensi pasar secara langsung. Langkah ini diambil guna meminimalisasi dampak lonjakan harga saat Lebaran nanti.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Pasokan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini, mengungkapkan bahwa meski Jawa Tengah mengalami surplus pangan, permintaan yang melonjak saat Ramadan menyebabkan kenaikan harga pada beberapa komoditas strategis. Selain itu, harga cabai merah di Jakarta mencapai Rp100 ribu per kilogram turut memengaruhi harga di Jawa Tengah.
Sri Broto Rini menyatakan bahwa 12 komoditas pangan strategis di Jawa Tengah tersedia dengan aman selama Ramadan. Operasi pasar diharapkan mampu menstabilkan harga sejumlah barang kebutuhan yang mengalami kenaikan.
Berikut adalah beberapa komoditas dengan harga yang masih tinggi di pasar tradisional Jawa Tengah:
1. Cabai rawit merah: Rp80.000 – Rp90.000/kg
2. Bawang merah: Rp60.000 – Rp65.000/kg
3. Telur ayam ras: Rp31.000/kg
4. Daging ayam potong: Rp40.000/kg
5. Sayuran (sawi, kol, bayam): Rp5.000 – Rp7.000/kg
6. Beras medium: Rp14.000 – Rp15.000/kg
Intervensi pasar melalui operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah menjadi strategi utama pemerintah provinsi untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Pemerintah tetap memantau perkembangan harga secara intensif agar distribusi dan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau masyarakat.
Source: mediaindonesia.com




