Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan kecerdasan buatan (AI) yang digelar secara kolaboratif oleh ASEAN Foundation bersama Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng). Pelatihan ini menjadi wujud nyata sinergi antara institusi dalam mendorong pemanfaatan AI yang aman, adaptif, dan beretika di Indonesia.
Gibran menyampaikan bahwa pemerintah sangat mengapresiasi inisiatif lintas sektor seperti ini yang menekankan aspek teknis sekaligus etika dalam penggunaan AI. Program AI Ready ASEAN yang dilaksanakan antara Februari hingga April di beberapa daerah di Jawa Tengah ini, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya pelajar dan pelatih AI.
Kerja Sama Strategis ASEAN Foundation dan Polda Jateng
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang difasilitasi secara langsung di Kantor Sekretariat Wapres pada pertengahan Februari. Penandatanganan ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk bersama-sama melaksanakan rangkaian kegiatan pelatihan dan kampanye literasi AI yang menyasar berbagai kalangan masyarakat.
Staf Khusus Wakil Presiden, Achmad Aditya, mengapresiasi langkah inovatif ini karena melibatkan aparat penegak hukum dalam literasi AI. Menurutnya, pembangunan pemahaman etika yang kuat menjadi sangat penting di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat dan dinamis.
Peningkatan Literasi dan Etika AI sebagai Kunci
Executive Director ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, menekankan pentingnya literasi dan pemahaman etis sebagai fondasi pemanfaatan AI yang maksimal. Indonesia yang memiliki potensi besar di sektor digital perlu didukung dengan keterampilan dan pemahaman yang bisa mendorong produktivitas serta daya saing di tingkat regional.
Piti menegaskan bahwa Program AI Ready ASEAN bertujuan membekali masyarakat dengan kemampuan yang diperlukan agar penggunaan AI dapat dilakukan secara bertanggung jawab, inklusif, dan memberikan dampak positif bagi pembangunan.
Komitmen Moral dan Kelembagaan dari Polda Jateng
Kapolda Jawa Tengah melalui Kepala Biro Operasi Polda, Basya Radyananda, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan komitmen nyata untuk mengintegrasikan keamanan, pendidikan, dan teknologi. Pendekatan ini diharap membentuk masyarakat Jawa Tengah yang semakin cerdas, tangguh, dan beradab dalam menghadapi tantangan di era digital.
Basya menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada tata kelola yang baik, koordinasi yang efektif, serta evaluasi yang jujur, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Rangkaian Program Pelatihan dan Kampanye AI
Program ini mencakup beberapa aktivitas utama sebagai berikut:
- In-depth Training AI untuk sekitar 8.000 peserta yang berasal dari kalangan pemuda dan orang tua di enam karesidenan yakni Semarang, Pati, Pekalongan, Banyumas, Kedu, dan Surakarta.
- Raising Awareness of AI, sebuah kampanye yang ditargetkan menjangkau lebih dari 140.000 masyarakat dari latar belakang siswa, mahasiswa, komunitas hingga umum.
- Training of Trainers (ToT) yang akan memperkuat kemampuan para pelatih agar dapat menyebarluaskan pengetahuan AI dengan efektif.
Dalam acara penandatanganan tersebut hadir pula sejumlah tokoh penting seperti Kabid Hukum Polda Jateng Jansen Sitohang, Head of Communications ASEAN Foundation Anthoni Octaviano, dan Ketua Presidium MAFINDO, Septiaji Eko Nugroho.
Program kolaboratif ini menjadi upaya strategis untuk menyiapkan masyarakat Indonesia menghadapi transformasi digital secara inklusif dan berkelanjutan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan aparat keamanan, diharapkan mampu mewujudkan pemanfaatan teknologi AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga bertanggung jawab dan beretika.
