Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah membuka peluang kerja sama dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk pemilahan sampah secara otomatis. Inisiatif ini muncul setelah pertemuan antara Wakil Gubernur Jabar dan perwakilan PT Cakrawala Investama Andalan bersama mitra startup asal Amerika, Recycle Pack, di Gedung Sate Bandung.
Teknologi yang diusung berupa tong sampah pintar dengan kemampuan AI untuk memindai dan memilah sampah secara otomatis ke dalam kategori yang tepat. Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyatakan bahwa inovasi ini akan ditindaklanjuti oleh instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar. Menurut dia, penerapan teknologi ini dapat mendukung pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka dan lokasi lain dengan memastikan sampah yang masuk sudah terpilah dengan baik.
Inovasi Tong Sampah Pintar Berbasis AI
Recycle Pack menghadirkan sebuah prototype tong sampah pintar yang saat ini telah diuji coba di satu titik di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Tong sampah tersebut dilengkapi dengan lima keranjang kapasitas 60 liter yang mampu memisahkan sampah ke dalam beberapa jenis, yaitu plastik, logam, kaca, kertas, dan sampah biasa. Proses pemilahan dilakukan dengan pemindaian sampah menggunakan kamera, yang kemudian dianalisis oleh sistem AI untuk mengarahkan sampah ke keranjang sesuai jenisnya.
Meski saat ini mesin masih dalam tahap penyempurnaan, tim Recycle Pack bersama PT Cakrawala Investama Andalan menargetkan pengumpulan data sampah dalam jumlah banyak guna melatih sistem agar semakin akurat. Yolanda, perwakilan Recycle Pack, menekankan pentingnya edukasi dan kerja sama yang berkelanjutan agar teknologi ini bisa memberikan dampak optimal dalam pengelolaan sampah.
Respons dan Langkah Lanjutan dari Pemprov Jabar
Erwan menyampaikan ketertarikan Pemprov Jabar terhadap penggunaan AI dalam pemilahan sampah. Ia menyebutkan bahwa metode pemilahan sampah yang selama ini bersifat manual masih kurang efektif, sehingga kehadiran teknologi tersebut diharapkan bisa meningkatkan efisiensi dan akurasi pemilahan sampah dari sumbernya.
Sementara itu, Kepala DLH Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwindaningsih, memberikan tanggapan positif terhadap proyek ini namun menegaskan bahwa saat ini masih dalam tahap uji coba. Ia menjelaskan bahwa selain pemilahan, DLH juga membutuhkan data analisis yang valid sebagai landasan kebijakan pengelolaan sampah ke depan. Oleh karena itu, kerja sama resmi masih menunggu evaluasi dampak dan hasil pengujian teknologi ini secara menyeluruh.
Tantangan dan Prospek Teknologi Pemilahan Sampah dengan AI
Teknologi AI di bidang pengelolaan sampah menghadirkan potensi besar, terutama dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi penumpukan sampah di TPPAS dan meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Dengan pemilahan yang lebih tepat sasaran, proses daur ulang dapat berjalan lebih efisien dan dampak lingkungan pun dapat diminimalkan.
Namun, keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada akurasi data dan adaptasi masyarakat dalam menggunakan tong sampah pintar. Perusahaan dan pemerintah perlu memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung dan edukasi yang memadai agar teknologi tersebut bisa diimplementasikan secara luas dan berkelanjutan.
Upaya kolaborasi antara Pemprov Jabar, PT Cakrawala Investama Andalan, dan Recycle Pack ini menjadi salah satu langkah inovatif untuk mendorong pengelolaan sampah yang ramah lingkungan serta memanfaatkan kemajuan teknologi AI di era digital. Pengujian dan evaluasi lanjutan menjadi kunci dalam menentukan keberhasilan kerja sama tersebut ke depan.
Source: jabar.antaranews.com