Polda Jawa Tengah memberikan dukungan penuh dalam penyelidikan kasus penembakan yang terjadi di Pekalongan, yang menimpa suami seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Penanganan ini melibatkan asistensi teknis dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng kepada Polres setempat.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengatakan bahwa tim gabungan segera diterjunkan untuk membantu olah tempat kejadian perkara (TKP). Dalam proses tersebut, ditemukan satu butir proyektil peluru sebagai barang bukti yang kini tengah diperiksa di laboratorium forensik.
Pemeriksaan laboratorium forensik bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik proyektil dan menentukan jenis senjata yang digunakan. Hasil forensik akan menunjukkan apakah peluru berasal dari senjata pabrikan atau rakitan, yang menjadi kunci pembuktian dalam penyidikan kasus ini.
Artanto menegaskan bahwa bukti peluru ini sangat penting dalam penyelidikan secara scientific crime investigation. Hasil analisis forensik akan langsung disampaikan kepada penyidik agar proses penyidikan dapat berjalan dengan tepat dan akurat.
Kasus penembakan ini masih dalam tahap penyelidikan intensif. Polda Jateng memastikan seluruh proses hukum dilakukan secara profesional dan transparan, guna mengungkap fakta di balik insiden tersebut.
Berikut adalah langkah-langkah yang sedang dijalankan dalam penanganan kasus ini:
1. Pengiriman tim asistensi dari Polda Jateng ke Polres Pekalongan.
2. Pengamanan dan olah TKP secara menyeluruh.
3. Pengumpulan bukti, termasuk proyektil peluru.
4. Pemeriksaan laboratorium forensik terhadap proyektil.
5. Penyampaian hasil forensik kepada penyidik untuk analisis lebih lanjut.
6. Proses penyidikan yang berfokus pada keterbukaan dan profesionalisme.
Polda Jateng berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh agar kasus ini segera terungkap. Penanganan yang terintegrasi antara Polda dan Polres Pekalongan diharapkan mampu menghasilkan proses hukum yang tepat dan memberikan kepastian hukum bagi korban dan keluarga.
