Harga Cabai Rawit di Jateng Tembus Rp 85.000 per Kg Pemerintah Sigap Guyur Subsidi 3 Ton untuk Stabilisasi Harga

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah cepat menanggapi lonjakan harga cabai rawit merah yang mencapai Rp 85.000 per kilogram di pasar. Mereka menyalurkan subsidi cabai rawit sebanyak 3 ton ke 15 kabupaten/kota untuk menekan harga dan menjaga daya beli masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menyampaikan bahwa distribusi cabai bersubsidi ini merupakan bagian dari langkah stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Ramadhan. Harga cabai rawit yang melonjak hingga 49 persen di atas harga acuan pemerintah, yakni Rp 57.000 per kilogram, menjadi perhatian serius Pemprov Jateng.

Penyaluran Subsidi Cabai di Wilayah Nonpenghasil

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memerintahkan Satgas Pangan untuk melakukan operasi pasar cabai rawit dengan harga sekitar Rp 65.000 per kilogram di daerah nonpenghasil. Daerah sasaran meliputi Kota Semarang, Salatiga, Tegal, Pekalongan, Demak, Rembang, Pati, Klaten, Karanganyar, Jepara, Brebes, Banyumas, dan Sukoharjo.

Sebanyak 3 ton cabai rawit bersubsidi didistribusikan oleh Perusda Jateng Agro Berdikari guna mengantisipasi kelangkaan dan harga tinggi. Langkah ini diharapkan mampu meredam lonjakan harga di pasar tradisional.

Ketersediaan Pangan Masih Terjaga

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmylia, memastikan bahwa stok pangan di wilayahnya masih dalam kondisi aman. Namun, lonjakan permintaan selama Ramadhan mendorong kenaikan harga beberapa komoditas, termasuk cabai rawit.

Disperindag bekerja sama dengan Satgas Pangan Polda Jawa Tengah untuk mengawasi pergerakan harga. Mereka akan menelusuri potensi penimbunan atau spekulasi yang memperparah kenaikan harga tersebut.

Distribusi Beras dan Minyak Goreng Stabil

Selain cabai, pemerintah juga gencar mendistribusikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng subsidi. Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Tengah, Gandi Prarista, menyatakan bahwa beras SPHP dijual dengan harga eceran tertinggi Rp 12.500 per kilogram dan minyak goreng "MinyakKita" tersedia dengan harga Rp 12.700 per liter.

Menurutnya, ketersediaan beras di Jawa Tengah cukup hingga akhir tahun, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan pangan pokok.

Operasi Pasar dan Pengawasan Ketat

Pemprov Jateng memprioritaskan operasi pasar di wilayah yang mengalami kenaikan harga signifikan untuk memastikan harga tetap terjangkau. Pengawasan ketat terhadap pasar tradisional dan perdagangan juga terus dilakukan agar distribusi suplai berjalan lancar.

Langkah strategis tersebut diharapkan membantu menstabilkan harga pangan, khususnya cabai rawit merah, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat selama masa puasa dan hari raya.

Pemprov Jawa Tengah terus memantau perkembangan harga serta koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan subsidi dan operasi pasar berjalan efektif. Masyarakat dapat memanfaatkan ketersediaan pangan bersubsidi demi mengurangi beban pengeluaran di bulan Ramadhan.

Baca selengkapnya di: regional.kompas.com
Terkait