Wagub Jatim Minta Pedagang Bondowoso Bersabar Siapkan Skema Tali Asih Hadapi Dampak Penutupan Total Jembatan Sentong

Penutupan Jembatan Sentong di Kelurahan Sukowiryo, Kabupaten Bondowoso, menyebabkan gangguan langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Jalur utama provinsi yang menghubungkan Bondowoso dengan Jember dan Situbondo tersebut kini tidak bisa dilalui kendaraan sejak ambrolnya jembatan pada Senin sore.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa kondisi ini merupakan situasi darurat yang harus dipahami bersama oleh masyarakat, terutama para pedagang dan pelaku usaha yang terdampak langsung. Ia meminta ketegaran dari para pedagang agar bisa bersabar menghadapi masa sulit ini meski kehilangan pembeli dan pendapatan adalah kenyataan yang harus dihadapi.

Dampak Ekonomi Penutupan Jembatan
Penutupan total jembatan secara otomatis membuat arus lalu lintas terhenti di jalur utama tersebut. Padahal, jalur tersebut merupakan pusat kegiatan ekonomi yang vital di Bondowoso. Banyak pedagang lokal mengalami penurunan omset drastis karena pengurangan kendaraan dan pengguna jalan yang melewati kawasan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) fokus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik. Emil menyampaikan perlunya kajian mendalam agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan efektif meringankan beban pelaku usaha.

Skema Bantuan Tali Asih Sedang Disiapkan
Wagub Emil menyatakan, bentuk bantuan maupun skema tali asih untuk para pedagang yang terdampak belum dapat dipastikan saat ini. Pemerintah masih melakukan analisis serta konsultasi dengan Pemkab Bondowoso dan Gubernur Jawa Timur agar program yang diusulkan benar-benar bermanfaat.

“Tali asih yang seperti apa, itu kata kuncinya. Kami mohon waktu agar bisa hasil koordinasi selesai, nanti bupati yang akan menyampaikan hasilnya,” jelas Emil saat meninjau lokasi jembatan yang ambrol.

Pembangunan Ulang Jembatan dan Harapan Masyarakat
Pembangunan ulang Jembatan Sentong telah direncanakan oleh Pemprov Jatim dan dijadwalkan mulai pada Maret dengan alokasi anggaran sebesar Rp 17,5 miliar. Proses konstruksi diperkirakan berlangsung sekitar delapan bulan ke depan.

Emil juga meminta doa dan dukungan masyarakat agar pembangunan jembatan berjalan lancar sesuai target. Ia mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan memahami pembangunan ini sebagai investasi jangka panjang demi kelancaran transportasi dan pemulihan perekonomian di Bondowoso.

Alternatif Jalur dan Penyesuaian Masyarakat
Selama proses pembangunan, pengguna jalan dialihkan melalui jalur alternatif yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Meski tidak ideal, jalur tersebut menjadi solusi sementara untuk menjaga mobilitas masyarakat dan distribusi barang tetap berjalan.

Dalam situasi krisis seperti ini, pemerintah bersama warga diharapkan bisa bergotong royong mengatasi tantangan sambil menunggu pemulihan infrastruktur selesai. Program dukungan sosial diharapkan dapat membantu meringankan kesulitan ekonomi masyarakat terdampak penutupan jembatan.

Dengan langkah-langkah koordinatif dan komunikasi intensif, Pemprov Jatim berkomitmen untuk mengupayakan solusi yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat Bondowoso. Program tali asih dan pembangunan jembatan yang cepat diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial ekonomi di daerah tersebut.

Baca selengkapnya di: surabaya.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button