Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) resmi merombak jajaran direksi dan dewan komisaris. Bambang Widiyatmoko ditunjuk sebagai Direktur Utama menggantikan Irianto Harko Saputro dalam RUPST yang digelar pada Jumat, 27 Februari.
Bambang sebelumnya memiliki pengalaman luas di industri perbankan daerah sebagai Direktur Operasional dan Direktur Bisnis Bank Banten. Pengangkatan Bambang diharapkan memperkuat arah transformasi Bank Jateng sekaligus meningkatkan kinerja ke depan.
Perubahan Direksi Bank Jateng
Selain penetapan Bambang Widiyatmoko sebagai Direktur Utama, RUPST juga mengangkat dua direksi baru. Mas Waris resmi menjabat sebagai Direktur Kelembagaan, menggantikan posisi yang sebelumnya kosong. Sementara itu, Bambang Ristianto dipilih sebagai Direktur Keuangan menggantikan Ristiani Saptuti.
Susunan direksi terbaru Bank Jateng kini meliputi:
- Direktur Utama: Bambang Widiyatmoko
- Direktur Kepatuhan: Erik Abibon
- Direktur Kelembagaan: Mas Waris
- Direktur Keuangan: Bambang Ristianto
- Direktur I: Eko Tri Prasetyo
- Direktur Bisnis: Anna Kusumarita
Perubahan di Dewan Komisaris
RUPST juga melakukan pergantian pada jajaran dewan komisaris. Komisaris Utama Sumarno diberhentikan dengan hormat setelah menjalani masa tugasnya. Penggantinya adalah Adnas, yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Independen.
Susunan dewan komisaris terbaru Bank Jateng adalah:
- Komisaris Utama: Adnas
- Komisaris Independen: Heru Agus Wuryanto
Profil dan Harapan pada Direksi Baru
Bambang Widiyatmoko membawa rekam jejak kuat di industri perbankan daerah. Sejak Desember dua tahun lalu, Bambang menjabat Direktur Operasional Bank Banten dan kemudian dipercaya sebagai Direktur Bisnis. Bambang menyelesaikan masa tugasnya di Bank Banten pada November tahun lalu.
Pengalaman ini diyakini menjadi modal penting untuk mendorong percepatan transformasi digital serta pengembangan bisnis Bank Jateng. Manajemen baru diharapkan dapat mengoptimalkan strategi pengembangan kredit dan layanan perbankan sesuai kebutuhan pasar di Jawa Tengah.
Penunjukan Bambang dan pergantian direksi lainnya menjadi langkah strategis dalam memantapkan posisi Bank Jateng sebagai bank pembangunan daerah yang adaptif terhadap perubahan dan tantangan industri perbankan nasional. RUPST juga menjadi momen evaluasi dan penyesuaian kepemimpinan guna memperkuat tata kelola dan meningkatkan nilai perusahaan.
Dengan komposisi direksi dan dewan komisaris baru, Bank Jateng akan lebih fokus pada penguatan layanan keuangan, peningkatan penyaluran kredit, sekaligus mendukung program pemerintah seperti KPR FLPP dan pengembangan sektor kendaraan bermotor melalui kredit yang kompetitif.
Perubahan pimpinan ini diharapkan mampu membawa dinamika baru dalam pengelolaan bank milik daerah ini agar sejalan dengan aspirasi stakeholders dan kebutuhan pertumbuhan ekonomi regional. Bank Jateng siap berperan lebih aktif sebagai mitra strategis pembangunan di Jawa Tengah dan sekitarnya.
