Pemprov Jabar Gandeng BDO Indonesia Perkuat ESG, Dorong Investasi Global di Kawasan Rebana yang Siap Menjadi Poros Industri Baru

Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menandatangani kerja sama strategis dengan BDO Indonesia untuk memperkuat penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) serta meningkatkan investasi di wilayahnya. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) berlangsung di Gedung Sate, Bandung, Kamis lalu.

Kerja sama ini bertujuan menciptakan sinergi antara sektor publik dan swasta dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis keberlanjutan. Fokus utama terletak pada penguatan tata kelola di Kawasan Metropolitan Rebana, yang dicanangkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

Strategi Pengembangan Kawasan Rebana

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa Kawasan Rebana meliputi wilayah Cirebon, Subang, Majalengka, dan Kuningan yang memiliki posisi geografis strategis. Kawasan ini dirancang menjadi pusat industri terintegrasi, didukung infrastruktur utama seperti Tol Cisumdawu dan Pelabuhan Patimban.

"Dengan infrastruktur tersebut, industri di Kawasan Rebana diharapkan tumbuh pesat tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan," ucap Dedi. Prioritas utama adalah pengembangan ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Peran BDO Indonesia dalam Peningkatan ESG

Kepala Pelaksana Badan Pengelola (BP) Rebana, Helmi Yahya, mengungkapkan bahwa keterlibatan BDO Indonesia sebagai jaringan konsultan global memperkuat daya tarik investasi internasional. BDO akan membantu edukasi dan pendampingan penguatan aspek ESG di Rebana.

Kolaborasi ini juga bertujuan memastikan Rebana berkembang sebagai koridor ekonomi kompetitif sesuai standar kredibilitas dunia. "Pendampingan ESG ini penting agar investasi yang masuk sesuai dengan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik," terang Helmi.

Layanan One-Stop Service dan Dukungan Global

BDO Indonesia akan memberikan berbagai layanan sebagai mitra strategis dalam kerja sama ini. Layanan yang disediakan meliputi:

  1. Capacity building terkait prinsip ESG
  2. Penyusunan strategi ESG dan penguatan tata kelola perusahaan
  3. Pendampingan bagi investor asing dalam proses investasi sesuai standar global

CEO BDO Indonesia, Thano Tanubrata, menyatakan optimisme tinggi atas kolaborasi ini. BDO siap menghadirkan praktik terbaik global melalui layanan audit, pajak, legal, dan konsultasi advisory secara terpadu.

"Dukungan jaringan di lebih dari 100 negara memudahkan kami membawa standar internasional untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan di Jawa Barat," jelas Thano.

Pengaruh Terhadap Daya Tarik Investasi Jawa Barat

Melalui kemitraan strategis ini, Jawa Barat semakin memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi unggulan yang inklusif dan transparan. Penerapan ESG menjadi daya tarik tersendiri bagi investor baik domestik maupun internasional.

Langkah ini juga sejalan dengan tren global yang menempatkan prinsip keberlanjutan dan tata kelola perusahaan sebagai faktor kunci dalam pengambilan keputusan investasi. Jawa Barat siap menjadi pionir dalam transformasi ekonomi yang berwawasan lingkungan dan sosial.

Kerja sama antara Pemprov Jawa Barat dan BDO Indonesia membuktikan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem investasi berkelanjutan. Kawasan Metropolitan Rebana diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana prinsip ESG dapat diterapkan secara efektif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: berita11.com

Berita Terkait

Back to top button