Jawa Tengah Dorong Transisi Energi Hijau di KITB, Siap Jadi Pusat Industri Berkelas Dunia Dengan Sistem Zero Interruption Power

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Sinergi dilakukan melalui kerja sama antara PT Jateng Petro Energi (JPEN) dan pengelola KITB dalam menyediakan layanan energi yang handal tanpa gangguan listrik.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Non-Disclosure Agreement (NDA) menandai awal kolaborasi ini sebagai upaya strategis memperkuat infrastruktur energi di kawasan yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan bahwa pasokan energi yang stabil dan ramah lingkungan penting untuk meningkatkan daya saing kawasan di mata investor global.

Komitmen Penyediaan Energi Terbarukan

Luthfi mengingatkan pentingnya menghindari kondisi listrik yang tidak stabil atau "byar-pet" agar operasional industri di KITB berjalan tanpa hambatan. Ia mendorong penyusunan strategi dan pengembangan energi baru terbarukan dengan target segera direalisasikan. KITB harus menjadi contoh nasional untuk percepatan industri hijau di Indonesia. Dalam berbagai forum investasi, kebutuhan energi terbarukan selalu menjadi perhatian utama para investor asing.

Menurutnya, potensi sumber energi terbarukan di Jawa Tengah sangat besar dengan banyaknya danau dan waduk yang dapat dimanfaatkan. Hal ini menarik minat investasi dari berbagai pihak yang ingin berkontribusi pada sektor energi hijau.

Inovasi Sistem Energi Berkelanjutan di KITB

Direktur Utama PT JPEN, Dwi Budi Sulistiyana, menjelaskan bahwa perusahaan berfokus pada investasi sistem zero interruption power agar suplai listrik berkesinambungan 24 jam tanpa gangguan. Teknologi ini akan mendukung KITB untuk mencapai standar keandalan energi Tier 4, level tertinggi dalam menjamin ketersediaan daya.

Target awal PT JPEN adalah membangun pembangkit energi sebesar 180 Megawatt. Kapasitas tersebut akan mengantisipasi kebutuhan energi yang diperkirakan melonjak dari 60 Megawatt menjadi 450 Megawatt dalam waktu dekat akibat penambahan tenant besar. Investasi ini merupakan bagian dari visi menjadikan KITB kawasan industri dengan 100 persen energi baru terbarukan dan pendekatan ekonomi hijau.

Daya Tarik Investasi dan Potensi Ekonomi

Sistem energi yang handal akan menarik investasi dari sektor maju seperti semikonduktor, petrokimia, dan pusat data yang membutuhkan pasokan listrik stabil tanpa jeda. Dampak positif lain adalah terciptanya lapangan kerja bergaji tinggi serta transfer teknologi yang memperkuat ekosistem industri di Jawa Tengah.

Direktur Utama KITB, Anak Agung Putu Ngurah Wirawan, mengapresiasi kemitraan dengan PT JPEN. Ia menyebut bahwa pengelolaan sumber daya infrastruktur harus menjadi sumber pendapatan jangka panjang, bukan hanya mengandalkan sewa lahan. Rencana pemanfaatan danau untuk panel surya oleh pemerintah pusat menjadi pelengkap strategi energi terbarukan di kawasan ini.

Strategi Pengembangan Infrastruktur Energi Berkelanjutan

  1. Pemanfaatan potensi sumber energi lokal seperti danau dan waduk untuk pembangkit energi hijau.
  2. Implementasi sistem zero interruption power guna menjamin suplai listrik 24 jam tanpa gangguan.
  3. Peningkatan kapasitas pembangkit energi dari 60 MW hingga mencapai 450 MW sesuai kebutuhan industri.
  4. Fokus pada sektor industri berteknologi tinggi dan berkelanjutan sebagai target investor utama.
  5. Sinergi antara BUMD dan pengelola kawasan dalam pengelolaan infrastruktur energi untuk hasil optimal.

Kerja sama antara pemerintah daerah dan BUMD PT JPEN menunjukkan komitmen nyata dalam mempercepat transformasi energi nasional. Langkah ini diharapkan dapat memperkokoh posisi Jawa Tengah sebagai tujuan investasi prioritas di Asia Tenggara dan mendorong pembangunan industri hijau secara berkelanjutan di KITB.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: semarang.bisnis.com
Exit mobile version