Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) meluncurkan Program Inkubasi bagi Industri Kecil Menengah (IKM) lokal yang bertujuan meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun global. Program ini menargetkan 200 pelaku usaha terpilih yang akan mendapatkan pendampingan intensif selama tiga bulan.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat (Disperindag Jabar) menggandeng Science Techno Park (STP) Universitas Indonesia untuk memberikan pelatihan terstruktur. Kepala Disperindag Jabar, Nining Yuliastiani, menyampaikan bahwa program ini fokus pada pendampingan yang mencakup standardisasi, sertifikasi, dan kesiapan ekspor.
Peserta inkubasi akan menjalani diagnosis kesehatan bisnis, pembinaan manajemen usaha, serta penguatan strategi pemasaran dan branding. Selain itu, mereka juga diberi fasilitas penyusunan pitching deck untuk menarik minat calon investor. Program ini menyiapkan pelaku IKM agar mampu bersaing dengan produk impor di tengah era globalisasi.
Fasilitas sertifikasi yang diberikan meliputi sertifikat Halal, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) merek, dan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Program juga mendukung pelaku usaha agar produknya bisa masuk ke rantai pasok industri dan menggantikan bahan impor. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan keberlanjutan dan ekspansi bisnis IKM.
Nining menegaskan bahwa pengembangan IKM tidak hanya fokus promosi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kualitas produk. “Kapasitas manajerial dan modernisasi digitalisasi keuangan menjadi bagian dari program untuk membuat IKM semakin kuat dan adaptif terhadap perubahan pasar,” ujarnya.
Program inkubasi ini dimulai dengan gelar wicara daring pada akhir Februari dan diikuti juga oleh asosiasi IKM serta perwakilan Disperindag dari kabupaten dan kota di Jawa Barat. Dengan demikian, sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha semakin diperkuat.
Pendaftaran program inkubasi dibuka secara online mulai 26 Februari hingga 17 Maret. Calon peserta dapat mendaftar melalui tautan yang telah disediakan oleh Disperindag Jabar. Kesempatan ini menjadi salah satu upaya Pemprov Jabar untuk memperkuat ekosistem industri kecil menengah di wilayahnya.
Pelaksanaan program diharapkan mampu mendorong IKM agar naik kelas, mempertahankan kelangsungan usaha, sekaligus membuka akses yang lebih luas ke pasar dan investasi. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan sektor industri kecil menengah.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: biz.kompas.com






