Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan di Provinsi Jawa Timur mencapai 4,88 persen. Inflasi ini didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas penting seperti emas perhiasan dan cabai rawit.
BPS melaporkan, beberapa komoditas lain yang turut menyumbang inflasi adalah tarif listrik, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, hingga bawang merah. Selain itu, sektor transportasi udara dan produk konsumsi seperti rokok kretek mesin juga mengalami kenaikan harga signifikan.
Kontribusi Komoditas Penyumbang Inflasi
Komoditas-komoditas yang memicu inflasi tahunan di Jawa Timur meliputi:
- Tarif listrik
- Emas perhiasan
- Daging ayam ras
- Beras
- Cabai rawit
- Telur ayam ras
- Bawang merah
- Angkutan udara
- Sigaret Kretek Mesin (SKM)
- Mobil
Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada santan jadi, daging sapi, layanan pendidikan seperti akademi dan perguruan tinggi, rokok kretek tangan (SKT), kontrak rumah, jeruk, sepeda motor, makanan siap santap, sewa rumah, dan sekolah dasar.
Perbedaan Inflasi Antar Kabupaten
Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Sumenep dengan angka 6,37 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,44. Sebaliknya, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Gresik yakni 3,96 persen dengan IHK 108,65. Data ini menunjukkan variasi signifikan tekanan harga di tingkat daerah dalam provinsi.
Perkembangan Indeks Harga Konsumen
BPS juga mencatat kenaikan Indeks Harga Konsumen Jawa Timur dari 105,90 pada Februari tahun lalu menjadi 111,07 pada Februari tahun ini. Inflasi bulanan (month to month) dan inflasi tahun berjalan (year to date) masing-masing mencapai 0,95 persen dan 0,74 persen.
Komoditas Penyumbang Inflasi Bulanan
Untuk periode bulanan, komoditas penyumbang inflasi antara lain:
- Cabai rawit
- Emas perhiasan
- Daging ayam ras
- Angkutan udara
- Telur ayam ras
- Bawang merah
- Beras
- Cabai merah
- Mobil
- Sigaret Kretek Mesin (SKM)
- Jeruk
- Sepeda motor
- Jagung manis
Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi pada periode yang sama adalah bensin dan wortel.
Data ini menegaskan bahwa tekanan inflasi di Jawa Timur dipengaruhi oleh fluktuasi harga sejumlah kebutuhan pokok dan barang konsumsi penting. Pemantauan berkala terhadap perkembangan harga komoditas ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi dampak ekonomi lebih luas di tingkat provinsi maupun nasional.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suarasurabaya.net






