Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, siap menjadi bapak asuh bagi ratusan anak pengamen jalanan di Rumah Pendidikan Mandiri, Batununggal, Kota Bandung. Kesediaan ini disampaikan saat acara buka puasa bersama jajaran kepolisian pada Rabu (25/2).
Kapolda menegaskan, keterlibatannya bukan hanya kunjungan simbolis, melainkan wujud tanggung jawab moral institusi terhadap kelompok masyarakat rentan. Anak-anak yang menempuh pendidikan nonformal itu mendapatkan perhatian khusus sebagai generasi muda yang potensial.
Pendampingan dan Motivasi Anak Jalanan
Rudi Setiawan mengatakan bahwa anak-anak jalanan bukanlah beban negara, melainkan aset bangsa yang perlu didukung dengan pendampingan tepat. Kepolisian bertugas menjamin keamanan dan masa depan semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda memberi motivasi agar anak-anak tetap memupuk kepercayaan diri dan berani bermimpi tinggi. Ia memberikan apresiasi terhadap kemajuan peserta didik dalam pendidikan agama dan kemampuan mengaji.
“Jadilah orang baik, tidak melanggar hukum, dan bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya di hadapan para pengamen jalanan dan pengajar.
Upaya Penguatan Pendidikan dan Perlindungan Sosial
Kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan menjadi momentum awal untuk memperkuat program pembinaan dan pendampingan anak-anak pengamen. Dukungan dari kepolisian membuka peluang akses pendidikan yang lebih luas serta memperkuat perlindungan sosial bagi mereka.
Langkah ini memperlihatkan komitmen Polri dalam mengambil peran humanis di masyarakat. Khususnya dalam upaya membina generasi muda agar memiliki masa depan lebih cerah dan berdaya saing.
Rencana Tindak Lanjut
Kapolda menjanjikan pembahasan teknis lebih lanjut bersama pengajar dan pengasuh Rumah Pendidikan Mandiri. Bentuk dukungan dari pihak kepolisian akan difinalisasi agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Pendekatan ini memungkinkan pola asuh yang lebih intensif dan menyeluruh. Sehingga anak-anak pengamen tidak hanya memperoleh pendidikan, tapi juga bimbingan moral dan sosial yang dapat mempengaruhi perubahan ke arah positif.
Dengan komitmen tersebut, upaya polisi dan masyarakat berjalan beriringan untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak jalanan. Pemerintah daerah dan pihak terkait pun diharapkan turut mendukung program ini demi hasil optimal.
