Mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di SMK Al-Islah Surabaya. Kegiatan ini bertajuk “Penyuluhan Moderasi Beragama di Sekolah Menengah” dan menargetkan siswa kelas X.
Tujuan utama program ini adalah memperkuat pemahaman siswa tentang moderasi beragama dan menumbuhkan sikap toleran. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah di kalangan pelajar dengan metode yang interaktif dan menyenangkan.
Program pengabdian masyarakat ini bagian dari rangkaian pembelajaran mahasiswa. Berbagai metode dipakai seperti diskusi terbuka dan permainan peran (role play) yang dirancang agar siswa dapat memahami moderasi secara kontekstual.
Salah satu pemateri, Ragil Cantika Kinanti Setya Budi, menegaskan pentingnya kesadaran beragama yang tidak ekstrem. Ia menyatakan, “Moderasi beragama berarti bersikap seimbang, tidak condong ke ekstrem kiri maupun kanan, serta tetap menjaga persaudaraan.”
Dosen pembimbing pengabdian, Saifuddin Zuhri, menambahkan bahwa pendidikan moderasi sebaiknya dimulai sejak dini, khususnya di usia sekolah. Hal ini dianggap krusial untuk membentuk karakter pelajar yang bijak.
Kegiatan role play berjalan dinamis dengan tema “Cara Menghadapi Teman yang Malas Beribadah.” Peserta mengambil kartu karakter dengan peran beragam seperti guru, teman, dan siswa kurang aktif beribadah.
Dalam simulasi tersebut, siswa belajar memberikan nasihat dengan pendekatan lembut tanpa menghakimi. Simulasi ini bertujuan agar siswa mampu menjaga hubungan persaudaraan sekaligus menguatkan nilai toleransi.
Kepala SMK Al-Islah Surabaya, Arif Muttaqin, ST., menyambut baik inisiatif dari mahasiswa UPNVJT. Ia mengapresiasi bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam membentuk karakter pelajar yang lebih bijak beragama dan berinteraksi.
Menurut Arif, adanya program seperti ini menjadi kontribusi positif bagi perkembangan sikap toleran di lingkungan sekolah. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berjalan dan diperluas.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama untuk memperkuat komitmen siswa menjalankan moderasi beragama. Siswa berjanji menjaga ukhuwah serta mengamalkan sikap toleran dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah ini diharapkan menjadi upaya berkelanjutan dalam memperkuat karakter generasi muda di tengah keberagaman masyarakat. Program seperti ini dapat menjadi model edukasi moderasi yang efektif di lingkungan pendidikan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: aktual.co.id








