Konflik di kawasan Timur Tengah saat ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penyelenggara perjalanan ibadah umrah di Indonesia. Sekitar 40 jemaah asal Jawa Tengah yang tergabung dalam satu rombongan masih berada di Makkah dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada awal Maret.
Kepala Cabang Utama Hasanah Tour and Travel Semarang, Rita, menyatakan bahwa jemaah tersebut belum tertahan karena rangkaian ibadah masih berlangsung. Meski demikian, kecemasan muncul terkait kepastian kepulangan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.
Situasi di Makkah dan Madinah menurut laporan pendamping di lapangan masih kondusif dan aman. Kegiatan ibadah berjalan normal tanpa adanya gangguan keamanan yang signifikan. Namun, perkembangan konflik luar wilayah itulah yang menimbulkan keresahan para jemaah.
Hasanah Tour and Travel telah mempersiapkan dua kloter umrah berikutnya yang dijadwalkan berangkat pada tanggal 7 dan 30 Maret. Masing-masing kloter membawa sekitar 35 jemaah dengan asal mayoritas dari Jawa Tengah dan beberapa provinsi lainnya.
Untuk keberangkatan pada 7 Maret, pihak biro perjalanan terus memantau situasi terkini terkait keamanan dan kondisi penerbangan. Rita menjelaskan jemaah menggunakan penerbangan langsung dari Jakarta menuju Jeddah tanpa melewati negara-negara transit yang terdampak penutupan wilayah udara seperti Singapura, Dubai, dan Qatar.
“Kami menggunakan penerbangan direct Jakarta–Jeddah. Tidak melewati jalur yang ditutup total,” ujar Rita. Ia menambahkan bahwa langkah antisipasi sudah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan.
Koordinasi rutin juga dilakukan dengan pihak maskapai dan manajemen hotel di Arab Saudi. Hal ini bertujuan mengantisipasi perubahan kondisi yang bisa berdampak pada kenyamanan dan keselamatan para jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Komisaris Hasanah Pusat sekaligus Kepala Cabang Utama Wonogiri, Rabbani, yang saat ini mendampingi rombongan di Makkah memastikan bahwa kondisi kesehatan jemaah tetap baik. Tidak ada laporan gangguan kesehatan maupun gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
Para penyelenggara berharap pemerintah Indonesia turut aktif menjaga stabilitas wilayah dan memberikan perlindungan maksimal kepada warga yang sedang menunaikan ibadah umrah. Hal ini penting agar proses ibadah berjalan lancar dan semua jemaah dapat pulang ke tanah air dengan aman.
Pihak biro mengimbau agar seluruh jemaah tetap tenang dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan situasi. Dengan dukungan komunikasi yang baik antara penyelenggara, pemerintah, dan lembaga terkait, risiko keterlambatan atau gangguan perjalanan diharapkan dapat diminimalisasi.
Kondisi yang sedang berlangsung menjadi momentum bagi biro perjalanan untuk memperkuat protokol keamanan dan kesiapan menghadapi potensi kendala akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Para jemaah juga diingatkan untuk mematuhi aturan dan prosedur yang berlaku demi keselamatan bersama.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jateng.disway.id