
Kolaborasi Strategis UNS dengan Pemprov Jateng dalam FGD Outlook 1 Tahun
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si., menegaskan peran UNS sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Penegasan tersebut disampaikan pada acara Focus Group Discussion (FGD) “Outlook 1 Tahun Pemprov Jateng” yang digelar di Gedung dr. Prakosa UNS, Selasa, 3 Maret.
Prof. Hartono menjelaskan bahwa UNS telah membangun hubungan erat dengan Pemprov Jateng sejak tahun 2000 melalui berbagai program kolaborasi. Bentuk kerja sama tersebut meliputi riset kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, pengabdian masyarakat, serta perencanaan pembangunan daerah berbasis data dan kajian ilmiah yang terkini.
Penguatan Kolaborasi dalam Semangat DREAM TEAM
Rektor UNS menyatakan dukungan terhadap inisiatif Pemprov Jateng yang secara konsisten melibatkan perguruan tinggi dalam merancang dan mengawal program pembangunan daerah. “Ini adalah praktik nyata collaborative government, di mana pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat sipil duduk bersama merumuskan kebijakan berbasis data serta kajian ilmiah,” ungkap Prof. Hartono.
Semangat kolaborasi ini sejalan dengan nilai ACTIVE dalam Rencana Strategis UNS DREAM TEAM, yang menegaskan komitmen untuk membangun kemitraan kuat dengan pemerintah pusat dan daerah. UNS berorientasi tidak sekadar menjadi institusi akademik yang terisolasi, melainkan hadir sebagai mitra yang memberikan kontribusi nyata dalam proses pembangunan.
Data dan Fakta Ekonomi Jawa Tengah sebagai Landasan Analisis
Dalam FGD tersebut, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menjadi rujukan penting. Pada triwulan IV tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat sebesar 5,37 persen year-on-year, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang mencapai 5,11 persen. Kinerja ini menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Pulau Jawa.
Realisasi investasi juga menunjukkan perkembangan positif dengan total nilai Rp88,50 triliun, yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp37,64 triliun. Tercatat sebanyak 105.078 proyek berjalan dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang. Data ini menandakan kepercayaan investor terhadap daya saing Jawa Tengah yang kompetitif.
Peran Perguruan Tinggi dalam Pembuatan Kebijakan Berbasis Bukti
Prof. Hartono menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah satu-satunya tolok ukur keberhasilan pembangunan. Tantangan berikutnya adalah memastikan proses pembangunan berjalan inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pengetahuan. Di sinilah perguruan tinggi berperan penting dengan menyediakan rekomendasi kebijakan yang akurat dan berdasarkan evidence.
UNS memiliki sumber daya akademik yang lintas disiplin, mulai bidang ekonomi, hukum, pertanian, teknik, kesehatan hingga sosial humaniora. Keunggulan ini memudahkan UNS untuk mendukung pemerintah daerah dengan analisis yang terukur dan terintegrasi demi hasil pembangunan yang optimal.
Forum FGD: Media Identifikasi Tantangan dan Peluang
FGD ini menjadi ajang penting untuk memotret capaian pembangunan sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang yang perlu diantisipasi ke depan. Prof. Hartono berharap forum tersebut tidak hanya sebagai wadah presentasi data, tetapi juga sebagai ruang diskusi untuk merumuskan strategi yang tepat guna menjawab tantangan pembangunan.
Ia juga mengajak mahasiswa sebagai generasi penerus untuk memanfaatkan forum ini sebagai sarana belajar nyata mengenai proses dan dinamika kebijakan publik yang tidak lahir secara instan, melainkan melalui kajian dan dialog intensif.
Narasumber Pendukung dalam FGD
Diskusi ini juga menghadirkan beberapa narasumber ahli, antara lain Didik Nursetyohadi, M.Agb., Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Tengah; Dr. Zulkifli, S.Pt., M.M., CGAA., Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah; serta Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Rektor UNS Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi. Kehadiran mereka melengkapi perspektif-data dan kajian agar bisa diterapkan secara aplikatif dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dengan sinergi antara kampus dan pemerintah ini, Jawa Tengah diharapkan dapat mengoptimalkan potensi yang ada dan tetap menjaga kesinambungan pembangunan yang berkualitas serta berkelanjutan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: uns.ac.id








