Wisatawan Nusantara Menjauh Dari Jawa Tengah, Penurunan 9,16 Persen Mengancam Industri Pariwisata Januari 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah melaporkan bahwa kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke provinsi ini mengalami penurunan sebesar 9,16% atau turun menjadi 11,95 juta perjalanan pada Januari 2026. Angka tersebut menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 13,16 juta perjalanan.

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, menjelaskan bahwa sebagian besar kunjungan wisnus berasal dari provinsi-provinsi di Pulau Jawa. Provinsi tersebut antara lain Jawa Barat dengan 1.134,27 ribu perjalanan, D.I. Yogyakarta sebanyak 780,16 ribu perjalanan, Jawa Timur mencapai 703,89 ribu perjalanan, DKI Jakarta sebanyak 597,26 ribu perjalanan, dan Banten dengan 343,15 ribu perjalanan.

Daerah Tujuan Wisata Terpopuler di Jawa Tengah

Berdasarkan data, terdapat enam kabupaten/kota yang menjadi tujuan utama wisnus pada Januari 2026. Keenam daerah tersebut adalah:

  1. Kota Semarang
  2. Kota Surakarta
  3. Kabupaten Banyumas
  4. Kabupaten Semarang
  5. Kabupaten Karanganyar
  6. Kabupaten Sukoharjo

Kota Semarang terus menempati posisi teratas sebagai tujuan wisata utama dalam tiga bulan terakhir, termasuk Januari 2026. Kota Surakarta naik ke posisi kedua setelah sebelumnya menempati posisi ketiga dan keempat pada November-Desember 2025. Sementara itu, Kabupaten Banyumas turun dari peringkat kedua ke peringkat ketiga dalam periode yang sama.

Penurunan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel

Penurunan kedatangan wisatawan juga berdampak pada tingkat hunian kamar hotel di Jawa Tengah. TPK hotel secara keseluruhan pada Januari 2026 tercatat sebesar 31,70%, turun 3,42 poin dibandingkan dengan Januari tahun sebelumnya. Penurunan ini juga terjadi pada hotel berbintang dan nonbintang.

TPK hotel berbintang mencatatkan tingkat hunian sebesar 41,04%, mengalami penurunan 2,76 poin secara tahunan dan penurunan 11,43 poin secara bulanan. Penurunan ini mempengaruhi empat kelas hotel berbintang di provinsi tersebut. Hotel nonbintang dan akomodasi lainnya juga mengalami penurunan TPK, yaitu sebesar 23,29% atau turun 0,49 poin secara tahunan serta turun 3,04 poin secara bulanan.

Data ini menunjukkan adanya dinamika pada sektor pariwisata Jawa Tengah yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Perubahan pola kunjungan wisnus dan tingkat hunian kamar mengindikasikan tantangan yang harus dihadapi untuk mendorong pemulihan pariwisata di provinsi tersebut.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: semarang.bisnis.com
Terkait