Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Kodam V/Brawijaya menunjukkan kolaborasi yang kuat dalam mengawal berbagai program strategis nasional di wilayahnya. Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program pembangunan serta penguatan ketahanan pangan di daerah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa kerja sama tidak hanya terjadi di tingkat kebijakan, tetapi juga merambah hingga pelaksanaan teknis di lapangan di setiap kabupaten dan kota. Hal ini disampaikan dalam Rapat Pimpinan Kodam V/Brawijaya Tahun 2026 di Surabaya.
Penguatan Ketahanan Pangan Melalui Koordinasi Intensif
Menurut Khofifah, koordinasi dengan jajaran Kodam sangat berperan dalam penguatan ketahanan pangan. Mereka bersama-sama menghimpun data teknis seperti jaringan irigasi dan potensi lahan pertanian. Data tersebut kemudian disinkronkan dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah agar program berjalan efektif.
Pencapaian produksi padi di Jawa Timur pada tahun 2025 mencatat angka 10,57 juta ton, dengan produksi beras sebesar 6,10 juta ton. Dengan capaian ini, Jawa Timur menegaskan posisinya sebagai produsen beras terbesar di Indonesia.
Percepatan Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu)
Kolaborasi antara Pemprov dan Kodam juga efektif dalam percepatan penanganan Rutilahu. Sepanjang periode 2019 hingga 2025, sebanyak 35.401 unit rumah dan 2.062 jamban keluarga berhasil dibangun melalui kerja sama yang terjalin. Pada tahun 2026, target penambahan mencapai 1.700 unit rumah dan 210 jamban keluarga.
Dukungan Program Sosial Melalui Kodam
Di sektor sosial, Kodam juga mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Data terbaru per 2 Maret 2026 menunjukkan bahwa jumlah penerima manfaat MBG di Jawa Timur mencapai 8,56 juta orang. Program ini didukung oleh 3.743 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 3.225 unit yang sudah beroperasi dan 518 unit lainnya dalam tahap persiapan.
Pengawalan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Luas Tambah Tanam (LTT)
Khofifah menyoroti pentingnya pengawalan Lahan Sawah Dilindungi dan Luas Tambah Tanam seluas 1,8 juta hektare. Upaya ini bertujuan menjaga kesinambungan swasembada pangan. Dalam konteks ini, peran Dandim di tingkat daerah dianggap vital untuk memastikan program berjalan sesuai sasaran.
Kesiapan Kodam dalam Mendukung Stabilitas Wilayah
Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menyatakan Rapat Pimpinan menjadi momen penting untuk konsolidasi internal dan penyelarasan kebijakan pusat dengan kondisi di lapangan. Ia menegaskan bahwa jajaran Kodam siap untuk memperkuat sinergi dengan Pemprov Jatim demi menjaga stabilitas wilayah sekaligus mengawal program nasional prioritas.
Sinergi erat antara Pemprov Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi lintas institusi dapat meningkatkan efektivitas pembangunan serta memastikan keberhasilan program strategis nasional yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: surabaya.times.co.id








