Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat bersiap mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026 dengan menerapkan rekayasa lalu lintas di ruas Tol Trans Jawa. Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan dari Kakorlantas Polri untuk kelancaran dan keselamatan perjalanan pemudik.
Kepala Dirlantas Polda Jabar, Kombes Raydian Kokrosono, menjelaskan rekayasa lalu lintas akan dilakukan mulai kilometer 47 hingga kilometer 70 di tol tersebut. Kolaborasi erat dilakukan dengan jajaran polres yang wilayah hukumnya dilintasi tol agar pengaturan berjalan efektif dan terpadu.
Rekayasa Lalu Lintas di Tol Trans Jawa
Pelaksanaan rekayasa mengikuti arahan Kakorlantas Polri dengan menerapkan mekanisme bertahap. Pertama, contra flow sepanjang segmen tertentu, lalu penambahan penggunaan lajur 1, 2, dan 3, hingga akhirnya penerapan sistem one way secara nasional pada ruas tol tertentu. Hal ini dimaksudkan mengoptimalkan kapasitas jalan saat arus mudik padat dan menghindari kemacetan parah.
Menurut Raydian, seluruh kasatlantas di polres telah dibekali standar operasional prosedur (SOP) sesuai arahan pusat, sehingga semua petugas siap menjalankan tugasnya saat masa puncak mudik. Rekayasa ini juga akan disesuaikan dinamika kondisi di lapangan selama pelaksanaan.
Tiga Skenario Pengaturan Lalu Lintas
Polda Jawa Barat menyiapkan tiga skenario rekayasa lalu lintas. Dua di antaranya difokuskan pada pengaturan arus di jalan arteri, khususnya kawasan wisata Priangan Timur dan kawasan Puncak Bogor. Pengaturan lalu lintas di sini sudah rutin dilakukan saat akhir pekan untuk mengurangi kepadatan.
Langkah-langkah tersebut antara lain:
- Pengendalian arus di jalan arteri utama yang berbasis kebutuhan lapangan.
- Penerapan contra flow di ruas tol sesuai volume kendaraan.
- Implementasi one way sepenggal saat volume kendaraan mencapai puncaknya.
Raydian berharap selama operasi ketupat di bulan puasa arus mudik dapat berjalan lebih tertib dan aman dibanding sebelumnya. Polda Jabar terus berkoordinasi dengan sektor terkait untuk memastikan semua fasilitas pendukung siap digunakan.
Kesiapan ini menjadi bagian dari upaya keselamatan dan kelancaran mudik Lebaran di Jawa Barat yang dilalui jutaan pemudik setiap tahun. Penerapan sistem rekayasa lalu lintas diharapkan mengurangi risiko kecelakaan dan kemacetan panjang di Tol Trans Jawa, jalur utama mudik dari Jawa Tengah ke Jawa Barat.
Selain rekayasa di tol, pengamanan juga dilakukan di jalan arteri yang strategis untuk menekan kemacetan di titik rawan. Dukungan pengaturan arus yang fleksibel disesuaikan kondisi real time menjadi kunci keberhasilan pengelolaan mudik 2026.
Dengan antisipasi serius seperti ini, diharapkan masyarakat dapat melaksanakan tradisi mudik dengan aman, nyaman, dan tertib. Polda Jabar terus memantau perkembangan guna menyesuaikan langkah-langkah rekayasa lalu lintas demi kelancaran mudik Lebaran tahun ini.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: bandung.kompas.com






