Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi berupa bonus senilai Rp4,9 miliar kepada atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga. Penyerahan bonus tersebut dilakukan di Semarang sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih atlet sepanjang tahun lalu.
Bonus diberikan kepada para atlet dan pelatih yang berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu pada beberapa event olahraga bergengsi. Event tersebut meliputi Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIX di Semarang, Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII, Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) XI di Jakarta, serta SEA Games yang digelar di Thailand pada 2025.
Rincian Besaran Bonus
Pemberian tali asih berbeda sesuai dengan tingkat keberhasilan dan kategori kejuaraan yang diikuti. Total bonus untuk atlet dan pelatih yang berprestasi di ajang Pomnas, Popnas, dan Peparpenas mencapai Rp2.446.500.000. Sedangkan untuk yang berprestasi di SEA Games Thailand diberikan total Rp2.481.250.000. Secara keseluruhan, bonus yang digelontorkan mencapai Rp4.927.750.000.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan secara simbolis bonus tersebut kepada perwakilan atlet di Aula Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah. Saat memberikan sambutan, Luthfi menekankan bahwa prestasi para atlet bukanlah hasil instan.
“Ini merupakan buah kerja keras yang penuh kesabaran, ketelitian, kedisiplinan, dan ketekunan dalam berlatih,” ujar Gubernur Luthfi. Menurutnya, penghargaan ini penting untuk memotivasi lebih banyak atlet agar terus berkarya dan mengharumkan nama daerah.
Motivasi dan Perlindungan Atlet Jawa Tengah
Gubernur juga menyebutkan bahwa atlet yang menjadi duta daerah tersebut menunjukkan kualitas dan kemampuan luar biasa. Mereka mampu membawa nama Jawa Tengah di kancah nasional maupun internasional. Maka dari itu, apresiasi seperti bonus ini menurutnya menjadi bentuk penghormatan atas kerja keras dan capaian mereka.
Selain memberikan bonus, Gubernur Luthfi juga menginstruksikan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk mengambil langkah preventif. Tindakan tersebut untuk mencegah perpindahan atlet Jawa Tengah ke daerah lain agar potensi yang sudah dibina tidak berpindah tangan. Hal ini dinilai penting guna menjaga eksistensi dan pengembangan olahraga di provinsi tersebut.
Pemberian bonus ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang turut memberikan insentif kepada para atlet berprestasi, seperti yang diutarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam mengelola penyaluran bonus bagi atlet nasional. Upaya ini secara keseluruhan diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan prestasi olahraga Indonesia di berbagai ajang.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan bahwa dukungan kepada atlet merupakan investasi jangka panjang demi kemajuan olahraga daerah dan kebanggaan nasional. Dengan penghargaan yang konkret, para atlet diharapkan makin termotivasi mengejar prestasi lebih tinggi dalam kompetisi-kompetisi mendatang.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: magelangekspres.disway.id








